Yuk, Lebih Memaknai Hari Buku Sedunia

Bandung, Students TELU Halooo semuanya, saya harap kamu tetap semangat dan produktif ya hari ini.

Ehm, apakah saat ini kalian sedang merasa gabut ??? Saya rasa artikel ini akan dapat membantu kamu untuk menghindarkan diri dari rasa gabut. Berbicara mengenai hari, tahukah kamu hari ini diperingati sebagai hari apa ?

Mungkin ada yang sudah tau dan mungkin juga ada yang belum tau. Jadi setiap tanggal 23 April selalu diperingati sebagai Hari Buku Sedunia.

Saya akan membahas sedikit mengenai sejarahnya jadi tanggal 23 april ini dijadikan sebagai Hari Buku karena tanggal ini merupakan tanggal meninggalnya sejumlah tokoh sastra terkemuka seperti Miguel de Cervantes, William Shakespare, Inca Garcilaso de la Vega, William Wordsworth, dan David Halberstam.

Seorang penulis kelahiran Valencia, Vicente Clavel menyarankan bahwa pemilihan tanggal untuk Hari Buku Sedunia seharusnya didedikasikan untuk menghormati penulis Spanyol Miguel de Cervantes. Sehingga ada dua pilihan tanggal, yaitu 7 Oktober sebagai hari lahirnya atau 23 April sebagai hari kematiannya. Pada akhirnya, tanggal 23 April dipilih sebagai Hari Buku Nasional, mengingat tanggal tersebut juga bertepatan dengan tanggal kematian tokoh sastra lainnya.

Meskipun keadaan sekarang membuat ruang gerak kita menjadi berkurang, tapi bukan berarti kita tidak dapat melakukan kegiatan apapun kannnn. Nah, ini ada beberapa kegiatan yang dapat kita lakukan agar tetap memaknai Hari Buku dikeadaan saat ini yaitu:

  1. Membeli buku melalui layanan online

Cara ini menjadi alternatif menambah koleksi buku dibanding keluar rumah di tengah pandemi. Jika memungkinkan, belilah buku melalui layanan online milik toko buku lokal.

  1. Baca kembali novel lama

Menambah koleksi buku lagi memang menyenangkan, tetapi membaca kembali novel yang sudah lama tidak dibaca akan sama menyenangkannya. Jika di rumah terdapat koleksi buku yang sudah lama tidak dibaca atau belum selesai dibaca, ini adalah saat yang tepat. Kamu mungkin bisa menemukan detail-detail cerita yang mungkin terlewat dan barangkali membuat akhir cerita lebih berkesan. Cara ini tentu lebih menyenangkan daripada membiarkan buku dipajang bertahun-tahun di rak buku tanpa disentuh.

  1. Donasikan buku ke perpustakaan lokal

Kumpulkan buku-buku lama layak baca dari rak buku pribadi atau ajak teman-teman ikut berdonasi. Hubungi pihak perpustakaan setempat untuk menanyakan prosedur pemberian donasi. Pastikan untuk selalu mengikuti protokol kesehatan saat melakukan donasi, termasuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

  1. Mengenakan kostum dan buat klub dongeng virtual

Cobalah berdandan sebagai tokoh Peterpan, Si Tudung Merah, atau tokoh dongeng lainnya. Ajak teman-teman terdekat untuk melakukannya dan rayakan secara virtual melalui platform video conference seperti Zoom atau Google Meet. Sembari mengenakan kostum, ajak teman-teman secara bergantian membaca buku cerita favorit. Gunakan properti seperti boneka tangan atau wayang untuk mendukung cerita.

Ini beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk lebih memaknai Hari Buku serta menghindarkan kita dari rasa gabut.

 

Tetap semangat, tetap produktif, jangan membatasi diri kita dengan menyerah pada keadaan atau membatasinya didalam pikiran saja, cobalah untuk lebih kreatif agar menemukan suatu inovasi yang dapat memberikan dampak positif baik kepada diri kita atau kepada masyarakat.

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *