Largest Angklung Ensamble’

WOW… 6 Ribu Angklung Pecahkan Rekor Dunia

Bandung, Students Tel-U – Sebanyak 6.358 orang memadati Royal Adelaide Show 2014 dalam pemecahan rekor dunia ‘Largest Angklung Ensamble’ pada Sabtu malam lalu (13/9). Acara memainkan angklung besar-besaran tersbut merupakan bagian dari Royal Adelaide Show 2014. Royal Adelaide Show sendiri merupakan sebuah pameran tahunan dalam bidang pertanian dan yang terbesar di Australia Selatan, tepatnya Royal Agricultured and Horticulture Society of South Australia. Sedangkan rekor dunia dalam bermain angklung bersama-sama yang diakui saat ini oleh Guiness World of Record adalah yang pernah dilakukan di Washington DC, Amerika Serikat, dimana kala itu diikuti 5.185 warga dunia untuk memainkan angklung bersama. Acara yang berlangsung selama seminggu ini di Adelaide sudah dikunjungi puluhan ribu orang selama 5-14 September lalu. Acara memainkan angklung bersama ini dilakukan beberapa saat sebelum peluncuran kembang api ke udara.

Royal Adelaide Show 2014 (dok. ABC News Australia)

Masih menurut portal berita harian ABC News Australia, Ferry Chandra dan Adelaide Angklung Indonesia, sebuah kelompok angklung di Adelaide yang sudah aktif bermain angklung selama beberapa tahun terakhir, usaha pemecahan rekor ini adalah momentum yang unik sekaligus memperkenalkan angklung kepada warga Australia maupun warga dunia. Angklung yang digunakan didatangkan langsung dari bumi parahyangan, sejak juni lalu telah dibuat 10 ribu angklung dan dikirim ke Australia.

Pameran Rutin ‘Royal Agricultured and Horticulture Society of South Australia 2014’ (dok. ABC News Australia)

Sementara pada Sabtu itu, peserta yang gadir diberikan angklung gratis, baik warga Indonesia maupun warga lokal. Lebih dari 6.000 orang saat itu memainkan dua lagu Waltzing Mathilda dan Happy Birthday to You secara medley. Waltzing Mathilda adalah lagu yang sangat populer di Australia, bahkan digunakan sebagai lagu kebangsaan tidak resmi. Pada malam bahagia itu, ribuan orang tersebut memainkan angklung bersama selama lebih dari 5 menit, sesuai ketentuan Guinness World of Record. Meskipun diberikan secara cuma-cuma, pengunjung RAS tetap dibebani tiket masuk yang cukup mahal. Meski demikian, karena semangat dan kecintaan terhadap Indonesia, khususnya angklung, mereka rela merogoh kocek demi memecahkan rekor tersebut.

(dok. ABC News Australia)

Dalam momentum puncak itu juga hadir Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema. Acara ini juga mendapat dukungan dan kerja sama dari Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA). Dengan demikian, angklung telah dipromosikan kepada masyarakat luas di dua negara. Acara semacam ini tentu diharapkan untuk meningkatkan people-to-people lnks dan menjaga kebersamaan dan pengertian bersama antara Indonesia dan Australia. (ERF)

Sumber : ABC News

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *