Tradisi Unik Perayaan Hari Valentine di Berbagai Negara Serta Sejarah di Baliknya

Bandung, Students Tel-U — Hari Valentine atau disebut juga dengan hari kasih sayang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Valentine’s day adalah hari dimana kita dapat mengungkapkan atau menunjukan rasa kasih sayang terhadap orang yang kita cintai. Di Indonesia biasanya tradisi yang dilakukan adalah bertukar kado, memberi bunga dan cokelat ataupun menghabiskan waktu bersama orang yang kita sayangi. Setiap tahunnya euphoria perayaan hari Valentine masih kerap dirasakan bagi sebagian orang, karena menjelang perayaannya tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan akan dihias sedemikian rupa dengan bunga, balon berbentuk hati ataupun pernak-pernik yang didominasi warna merah dan merah muda.

Berbeda dengan Indonesia beberapa negara di dunia mempunyai tradisi yang unik saat perayaan hari Valentine, negara- negara di benua Asia seperti Jepang, China dan Korea Selatan tidak hanya merayakan Valentine’s Day tetapi juga merayakan White Days yang diperingati setiap tanggal 14 Maret dan Black Days yang diperingati setiap tanggal 14 April. Lalu apa bedanya?

Pada saat Valentine’s Day perempuan akan memberikan coklat kepada laki-laki yang disukainya meskipun mereka tidak mempunyai hubungan. Lalu pada saat White Days, pihak laki-laki yang bergantian memberikan balasan hadiah atas cokelat yang diterimanya. Hadiah yang diberikan umumnya berwarna putih, seperti white chocolate. Maka dari itu tanggal 14 Maret diperingati sebagai White Days. Tradisi ini pertama kali diadakan di Jepang pada tahun 1978 dan kemudian diikuti oleh beberapa negara lain di sekitarnya seperti Korea Selatan, China, Taiwan, dan Vietnam.

Black Days dirayakan oleh masyarakat Korea Selatan setiap tanggal 14 April, tepat sebulan setelah Valentine’s Day. Pada hari tersebut, seseorang yang tidak menerima cokelat pada saat Valentine’s Day dan White Day akan berkumpul di suatu tempat dan mengenakan pakaian hitam. Tidak hanya itu, mereka biasanya menikmati makanan yang berwarna hitam pula, makanan yang biasa dimakan adalah Jjajangmyeon yakni makanan khas Korea Selatan yang terbuat dari mie dicampur dengan saus pasta kacang kedelai hitam.

Selain itu di negara Eropa seperti Jerman dan Inggris mempunyai hal-hal unik untuk merayakan hari Valentine, di Jerman perayaan hari Valentine tidak disimbolkan dengan bentuk hati, melainkan bentuk babi. Karena babi diyakini akan membawa keburuntungan dan meningkatkan gairah. Masing – masing pasangan akan bertukar hadiah seperti patung hingga cokelat berbentuk babi. Pada malam harinya orang-orang di Jerman akan menutup hari Valentine dengan memakan kue jahe berbentuk hati.

Di Inggris tradisi unik untuk merayakan hari Valentine yaitu para wanita lajang akan menyimpan beberapa helai daun dibawah bantal tidur pada saat malam Valentine. Konon tradisi itu dipercaya akan mendatangkan calon jodoh untuk mereka. Sedangkan para pria akan memberi ukiran sendok kayu.

Namun dibalik hari kasih sayang tersebut terdapat kisah yang memilukan pula, salah satu cerita yang populer adalah pada zaman kekaisaran Claudius II di abad 3 Masehi. Pada zaman itu, terdapat hukum yang melarang orang untuk menikah, dikarenakan lelaki diwajibkan untuk mengikuti militer dan akan dikirim untuk berperang, sehingga larangan tersebut diberlakukan agar mereka tidak perlu memikirkan keluarga. Seseorang bernama Santo Valentine sangat menentang hal itu, secara diam-diam ia menikahkan penduduk Roma. Namun perbuatannya diketahui oleh Kaisar Claudius II. St. Valentine pun ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Sebelum dipenggal oleh Kaisar Claudius II, St. Valentine sempat menulis surat pada tanggal 14 Februari yang berisi ucapan selamat tinggal kepada putri dari kepala penjara yang membuat St. Valentine jatuh hati. From your Valentine, begitu salam terakhir dari St. Valentine terhadap gadis tersebut.

Kendati demikian perayaan hari Valentine saat ini berkaitan dengan kasih sayang dan kehatangan. Seorang penyair bernama Geoffery Chaucher adalah orang yang mengaitkan kisah St. Valentine dengan romantisme. Chaucher mendapatkan gagasan tersebut karena februari merupakan awal musim semi di Inggris ketika burung-burung mulai mencari pasangan. Syair dan puisi-puisi Chaucher lah yang kemudian merlahirkan tradisi perayaan hari Valentine sebagai hari kasih sayang. (kai)

 

Sumber :

https://news.detik.com/berita/d-4427963/sejarah-dan-legenda-di-balik-hari-valentine

https://www.indozone.id/travel/qEsBkq/tradisi-unik-perayaan-hari-valentine/read-all

Keyword(s) : , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *