[Students Journalizm] “Marhaban Ya Ramadhan”

Marhaban Ya Ramadhan, selamat datang bulan Ramadhan, bulan mulia dan suci sudah tiba, tamu yang sangat berkah dan membawa anugerah, menggiring umat untuk mendekat kepada sang Kholik dan mengarahkan mereka untuk meraih kebahagiaan yang abadi, itulah bulan suci Ramadhan.

Umat Islam kini kembali menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bulan yang oleh Allah SWT dihimpun di dalamnya rahmah (kasih sayang), maghfirah (ampunan), dan itqun minan naar (terselamatkan dari api neraka).

Bulan Ramadan juga disebut dengan “Syahrul Qur’an”, bulan diturunkannya al-Qur’an yang merupakan lentera hidayah ketuhanan yang sangat dibutuhkan umat manusia dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta mana jalan yang benar dan mana jalan yang sesat.

Rasa gembira yang tak terkira tentu akan menghiasi setiap orang yang mengetahui keutamaan dan kemuliaannya. Di bulan inilah Allah SWT menjanjikan akan menjamu hamba-hamba-Nya yang beriman. Sedemikan istimewanya jamuan Allah, sampai-sampai siapa pun yang melewati saat-saat Ramadhan dengan sebaik-baiknya akan mendapat jaminan keselamatan dunia dan akhirat.

Inilah Ramadhan, pemimpin bulan yang lain dan yang paling utama lagi mulia. Dia akan datang kepada kita dengan segala anugerah Ilahi di dalamnya, maka muliakanlah tamu ini, tamu yang sudah lama dinanti, hampir tiba saatnya bermuamalah kepada Allah di dalamnya, yang pasti dengan perdagangan yang sangat menguntungkan.

Sudah banyak diketahui oleh kita bersama bahwa banyak sekali manfaat yang dapat kita terima pada bulan suci Ramadhan ini. Salah satu diantaranya adalah dapat membuat kita menjadi seorang yang kuat menghadapi cobaan, tegar dalam mengarungi rintangan dan sabar dalam menerima tekanan. Tekanan dalam memperturutkan hawa nafsu kita yang selama hampir satu tahun penuh dibiarkan merajalela.

InsyaAllah dengan adanya puasa ini Allah dapat menjadikan kita termasuk ke dalam golongan ”orang-orang yang sabar”, orang yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan senyuman dan hati yang bersih. Saatnya mengosongkan hati untuk diisi dengan kebaikan (via : Students Citizen Journalizm)

Oleh : Thoriq Anugrah

Keyword(s) : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *