[Students Journalism] Tetap“Bhinneka Tunggal Ika”

[Students Journalism] Tetap“Bhinneka Tunggal Ika”

Oleh : Thoriq Anugrah F. P.

bhinneka

Tanggal 20 Mei 2014 merupakan batas akhir pendaftaran Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI 2014 yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terdapat 2 pasang calon yang resmi ditetapkan sebagai Capres-Cawapres RI 2014, yaitu pasangan urut nomor 1 Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK sebagai pasangan nomor urut 2. Kandidat-kandidat tersebut akan bertarung di Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Juli 2014. Ini akan menjadi pemilihan presiden langsung ketiga di Indonesia, dan bagi Presiden-Wakil Presiden yang terpilih akan menempati jabatan tersebut pada jangka waktu sampai lima tahun ke depan.

Menghadapi Pilpres 2014, para Capres-Cawapres berlomba-lomba melakukan kampanye politik kepada rakyat Indonesia, bahwa merekalah yang pantas menduduki kursi Presiden dan Wakil Presiden R1 2014. Kampanye persuasif di berbagai media pun telah dilakukan bukan hanya dari satu parpol saja akan tetapi  berbagi papol telah melakukan koalisi. Seperti yang kita ketahui, pasangan Prabowo-Hatta didukung oleh koalisi Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bulan Bintang (PBB). Sedangkan pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK didukung oleh partai koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), Partai Nasional Demokrat (NASDEM), Partai Keadilan dan Persatuan Idonesia (PKPI).

Menerka capres 2014, sangat menarik jika menganalisa kutipan ramalan Jayabaya (1135-1157M)  tentang satria pitu (tujuh pemimpin), yaitu : Satrio kinunjoro murbowiseso (pemimpin keluar masuk penjara yang memiliki pengetahuan dan kekuasaan besar) digambarkan sosok Soekarno, Satrio mukti wibowo kesandhung kesampar (pemimpin yang hidup enak dan mempunyai wibawa tetapi banyak rintangan) digambarkan sosok Soeharto, Satrio jinumput semelo atur gawe wiring (pemimpin yang diorbitkan, tetapi membawa malu bangsa) digambarkan sosok BJ. Habibie, Satrio lelono topo ngrame wuto (pemimpin yang memiliki kekurangan dan sering mengadakan lawatan) digambarkan sosok Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Satrio piningit hamung tuwuh (pemimpin karena nama besar orang tuanya) digambarkan sosok Megawati Soekarno Putri, Satrio pinilih hamboyong pambukaning gapuro nggelar kloso tonpo nganglenggahi (pemimpin yang menghadapi banyak persoalan tetapi tidak pernah selesai) digambarkan sosok  Presiden SBY, dan Satrio Pinandhito (pemimpin mendapat kebijaksanaan di atas normal) Calon Presiden inilah yang akan kita lihat hasilnya di Pilpres 2014.

Pemilihan Presiden & Wakil Presiden  saat ini mungkin berbeda dengan pemilihan legislatif yang telah diselenggarakan pada 9 April 2014 lalu. Bedanya pada Pilpres saat ini bukan hanya “warna parpol” yang banyak kita lihat bertebaran hampir di tempat-tempat umum, namun lebih kepada menampilkan sosok-sosok wajah kedua calon pasangan tersebut yang diharapkan dapat menjaring banyak suara pada 9 Juli 2014 mendatang. Apapun warna yang akan kita pilih nantinya, siapapun yang akan kita pilih nantinya, tentu harus kita jaga rasa saling menghormati antar sesama rakyat Indonesia sebagai penentu nasib Negara Indonesia untuk 5 tahun mendatang. Tetap kembali kepada “Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan.

Rakyat tentu berharap, hasil seleksi capres di Pilpres 2014 adalah sosok yang akan menjadi negarawan sejati, jujur, tegas, mengayomi semua kalangan dan mampu mensejahterakan rakyat Indonesia dari jurang kemiskinan. Semoga capres-cawapres terpilih nantinya yang dihasilkan dari Pilpres 2014 dapat memenuhi semua janji yang telah dikampanyekan dan menjadi harapan publik.

Salam Rakyat Indonesia!

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *