[Students Journalism] Stigma Masyarakat tentang Pergerakan Mahasiswa

Stigma Masyarakat Tentang Pergerakan

Oleh :

Fahrizal Eka Rahmadhani / MBTI / FEB

Fenomena yang kerap terjadi di kalangan masyarakat atau lebih sempitnya mahasiswa, yaitu ketidak peduliaan/acuh sering menghantui kita. Sikap semacam itu sering disebut apatis. Yang biasa saya jumpai, orang orang yang termasuk kategori apatis itu ketika ada suatu pergolakan pemerintahan dan mereka dengan lugasnya mengatakan bahwa “ Untuk apa saya menghiraukan hal itu, toh itu tidak berimbas pada masyarakat kelas daerah. Lebih baik saya memikirkan diri saya sendiri daripada memikirkan dinamika pemerintahan.”

Semacam itu yang menurut saya perlu diubah. Saya menyikapi ini melalui perspektif saya, muncul pertanyaan untuk “statement” seperti yang telah saya jabarkan tadi. “Kapan lagi kita mau memikirkan negara  jika tidak sejak muda?” pertanyaan itu bukan tanpa alasan. Saya berpikir sederahana. Ketika masih muda, tanggungan hidup kita, beban pikiran kita mayoritas masih untuk diri sendiri. Disitu ada peluang kita mengikuti dan berpartisipasi kedalam dinamika pemerintahan. Lagi-lagi muncul stigma yang sering saya dengar dari rekan rekan mahasiswa, seperti ini kalau tidak salah, ”kuliah dulu yang bener, mikirin negaranya nanti saja.” Sekarang kita lihat jika sudah lulus dan bekerja. Pikiran tenaga kita terpecah belah. Belum kita memberi nafkah istri, anak, urusan kantor/bisnis. Hasilnya? Sering kita saksikan di media, koruptor yang tertangkap KPK, beberapa menteri yang memperkaya diri sendiri. Karena itu Indonesia “dinobatkan” sebagai negara terkorup ke-4 sedunia. Wow !! Prestasi? Bukan, ini aib bangsa.

Peran mahasiswa

Disini peran masyarakat khusunya mahasiswa dibutuhkan. Apa itu peran mahasiswa? mahasiswa dalam hidup bermasyarakat bisa sebagai social control dan juga penghubung antara masyarakat biasa dan kaum elit.

  1. Social Control

Yang dimaksud di sini adalah mahasiswa sebagai pengawal jalannya pemerintahan, mengawal jika terjadi penyimpangan “kerja” para pejabat negara. Ini bertujuan agar para pejabat yang dipilih untuk mewakili suara rakyat itu dapat melakukan fungsi dan pekerjaannya sesuai dengan janji manisnya dalam kampanye.

  1. Penghubung Masyarakat dan Kaum Elit

Dalam segitiga bermasyarakat, mahasiswa berada diantara masyarakat dan kaum elit. Disini posisi mahasiswa paling ideal untuk menjangkau masyarakat  dan juga paling memungkinkan untuk berintraksi dengan pejabat negara. Ketika mahasiswa turun kejalan atau biasa disebut aksi mahasiswa, itu adalah bagian dari usaha menyuarakan suara masyarakat kepada para pemimpin.

Aksi mahasiswa

Ketika mendengar kata mahasiswa, yang langsung terbesit dipikiran kita tentu tentang demonstrasi, karena ini sering diekspos oleh media dan yang sangat  disayangkan adalah ketika aksi itu berakhir ricuh atau rusuh.

Disini saya akan sedikit berbagi pengetahuan saya tentang aksi mahasiswa.

Macam-macam Aksi

  • Aksi Memperingati : Aksi ini dilakukan untuk memperingati suatu hari nasional atau tanggal bersejarah. Disini mahasiswa melakukan aksi agar masyarakat tahu bahwa hari tersebut adalah peringatan hari nasional atau tanggal bersejarah.
  • Kampanye :  Aksi ini sering kita jumpai ketika pemilu ataupun pilpres. Ini bertujuan untuk mempromosikan diri kepada khalayak luas supaya masyarakat mengetahui dan memilih kita.
  • Demonstrasi : Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan pendapat. Ini yang biasa kita temui di jalanan dan biasanya didepan gedung pemerintahan.

Perangkat Aksi

  • Koordinator Lapangan : Bertugas sebagai penanggung jaawab aksi. Korlap juga sebagai perantara media dan masa aksi.
  • Komandan Lapangan : Bertugas untuk rute yang akan ditemput jika ada long march (jalan jarak jauh masa aksi)
  • Koordinator Mimbar : Bertugas selayaknya mc jika pada aksi tersebut ada orasi atau penyampaian pendapat dimuka umum.

Begitulah sedikit penjelasan tentang dinamika pemerintahan. Semoga masyarakat semakin peka akan perubahan dan dinamika di negeri ini. Salam mahasiswa ! Hidup mahasiswa !

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *