[Students Journalism] Selamat datang, di Telkom University !!!

 Selamat datang, di Telkom University !!!

Oleh : Aidil Afdan

Tulisan ini saya buat begitu mendengar kabar bahwa hastag #maba2014 sedang ramai. Semata-mata karena gembira bahwa di kampus ini akan segera terjadi proses regenerasi. Haha canda. Sebenarnya buat ngisi waktu kosong aja. Jangan ke ge-er-an. Tulisan ini dibuat atas pandangan pribadi, tanpa maksud menggurui. Saya menyadari bahwa saya juga hanyalah mahasiswa seperti anda. Yang tak luput dari kesalahan.

Oiya sebelumnya kita kenalan dulu. Kenapa harus kenalan? Karena tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak cinta. Tak cinta maka tak bisa menikah. Tak menikah maka tak memiliki keturunan. Tak memiliki keturunan maka puna lah keberlangsungan hidup manusia secara perlahan. Jadi mari kenalan. Nama saya Aidil Afdan Pananrang, jurusan S1-Teknik Telekomunikasi 2012. Sekarang kita udah bisa jadian? Saya rasa belum.

Saya yakin kalian masuk di kampus ini dengan Alasan yang berbeda-beda. Ada yang memang minat, disuruh orang tua, atau salah masuk kampus. Tak apalah yang penting tak salah masuk rumah orang, apalagi kalau itu rumah selingkuhan pacar kalian. Dan kalian nge gep pacar kalian beserta selingkuhannya lagi ngapa”in.

Oke, cukup intermezzonya. Sekarang kita serius.

Kalau kalian memang masuk di TEL-U karena memang atas keinginan sendiri, menempatkan TEL-U di pilihan pertama dalam list-list kampus yang ingin kalian masuki, Alhamdulillah.

Tetapi kalau tidak?

Ada beberapa alasan yang biasa saya dengar ketika bertanya kenapa seseorang mau masuk TEL-U, diluar alasan karena memang ingin. Alasan itu antara lain

“Eng… pengennya sih masuk Universitas lalala, atau Institut yeyeye, tapi gak lulus. Keterimanya malah di sini, yaudah masuk sini daripada gak kuliah”

“Keinginan orang tua. Huft”

“Saya lulus sih di Universitas blabla, tapi jurusan kedokteran, saya pengennya teknik. Karena lolos di sini jadi milih di sini”-kasus yang jarang terjadi

“Saya lulus kok di Institut lalala. Tapi di TEL-U dapet beasiswa. Jadi milih di TEL-U”

“Ngapain sih nanya-nanya? Jomblo ya? Ish”

Dan masih banyak lagi (Kalau alasan kalian tak tercantum di atas, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah)

Buat kalian yang merasa terpaksa, atau tak rela masuk TEL-U. Lanjutkan membaca. Sedangkan yang memang ingin masuk TEL-U, lanjutkan membaca

Jika kalian masih merasa kurang bersemangat kuliah di TEL-U, galau, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Sebuah pertanyaan yang harus anda jawab, terlepas seandainya anda berkuliah dimanapun itu, adalah :

“Apa tujuan saya kuliah?”

Saya yakin jawabannya beragam. Tapi sayapun yakin, kebanyakan dari anda akan menjawab “Agar sukses” “Agar bisa dapat kerja” “Agar dapat hidup layak” “Agar bisa membahagiakan orang tua” dan jawaban serupa lainnya. Intinya : SUKSES. Jadi agar simpel saya tulis kuliah agar sukses. Kuliah-SUKSES

Saya yakin anda yang membaca tulisan ini adalah MANUSIA. Bukan marmut, semut, ataupun pohon rambutan. Dan MANUSIA adalah ciptaan-Nya yang paling sempurna. Kita lah yang mahluk hidup di bumi yang paling canggih. Manusia menciptakan mobil. Manusia merancang kota. Manusia membuat lembaga-lembaga. Dengan akal, kita bertahan hidup. Dengan akal, kita melakukan inovasi. Dengan akal, kita bekerja, dan kita sukses.

Dengan segala kemampuan manusia, yang ditipkan oleh Sang Pencipta, kita hidup. Dan tak mungkin Allah membuat produk gagal. Semua diciptakan dengan presisi. Begitupun anda, begitupun saya. Kita diciptakan dalam bentuk dan keadaan sebaik-baiknya. Maka semua orang memiliki hak yang sama untuk sukses. Memiliki hak yang sama untuk menjalani hidup yang layak.

Nah dengan segala kehebatan yang dimiliki manusia, KULIAH hanyalah salah satu bagian kecil, sangat kecil, yang bisa menjadi penambah pengetahuan anda (Tapi tak menjadi jaminan kesuksesan). Jadi berkuliah DIMANAPUN ITU, sebenarnya anda telah memiliki lebih dari cukup syarat untuk menjadi sukses

Jadi JANGAN mendewakan kampus tertentulah yang akan menjadi penyebab kesuksesan anda.

Jangan menjadi orang parno yang sangat ketakutan tak bisa hidup jika tak kuliah di kampus Idaman.

Yang saya tekankan di sini bukannya jangan cintai almamater anda, tetapi jangan berdalih bahwa anda hanya akan sukses dengan berkuliah di Universitas lalala, atau Institut yeyeye. Yakinlah bahwa anda, saya, kita, akan sukses karena Keyakinan, karena potensi yang ada DI DALAM DIRI ANDA.

Setiap orang telah memiliki jalannya masing-masing. Allah memiliki rencana yang jauh lebih indah.

Mulai saat ini, mindset yang harus kita miliki adalah “SAYA LAH YANG MENENTUKAN KESUKSESAN DIRI SAYA” bukan “KAMPUSLAH YANG MENENTUKAN KESUKSESAN SAYA”.

Dimanapun anda sekolah, Dimanapun anda kuliah, tidak ada alasan untuk tidak sukses. Karena SATU-SATUNYA penyebab anda sukses adalah DIRI ANDA sendiri. Segala sesuatu yang anda butuhkan ada DIDALAM DIRI ANDA SENDIRI.

Tujuan anda KULIAH kan SUKSES. Sebentar lagi anda kuliah di TEL-U. Masih kurang apa? Tak ada satupun orang yang dapat mengatakan satu kampus lebih baik dibanding kampus lainnya, karena saya yakin, mereka hanya kuliah di salah satu kampus. Jadi tak berhak menentukan yang mana LEBIH bagus, dan mana yang Lebih tidak Bagus. Anggaplah ada yang berkata “Universitas gue, Univ Lalala lebih bagus dibanding Univ dudidam”, lah dia kan belum pernah kuliah di Univ dudidam. Jangan seenaknya bilang yang mana lebih bagus dan mana yang lebih tidak bagus. Dan kalau anda tanya saya, saya dengan bangga mengatakan TEL-U Bagus. Fasilitas juga oke. Tapi saya tak mengatakan kampus lain jelek. Karena saya tak pernah merasakan berkuliah di kampus yang lain, paling cuman bisa dengar kata orang, tidak pernah benar-benar merasakan berkuliah di kampus lain.

Sebentar lagi anda akan berkuliah di TEL-U. Persiapkan diri anda. Membebani pikiran anda dengan rasa penyesalan, rasa kekecewaan, tak akan membawa hasil apa-apa. Hanyalah membebani hari-hari awal anda berkuliah. Toh orang tua anda telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membiayai kuliah anda. Jangan kecewakan mereka. Kalau anda beasiswa, setidaknya anda telah meringankan sedikit beban mereka. Jangan kecewakan mereka.

Nikmatilah, syukurilah (Fakta membuktikan hanya sepersekian persen warga Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk berkuliah), anda tak pernah tahu kan, rencana Indah apa yang dipersiapkan Sang Maha Pencipta didepan sana?

Ada pepatah mengatakan “Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau”. Silahkan dimaknai masing-masing 😉

Selamat datang di kampus yang saya cintai, Telkom University.

Sangat banyak yang ingin saya sampaikan kepada anda, termasuk perasaan cintaku yang masih terpendam. Uhuk. Harapan saya anda menjadi senang berkuliah di Telkom University. Nantikan di tulisan berikutnya

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *