[Students Journalism] Mahasiswa Dan Perubahan Sosial

mahasiswa Dan Perubahan Sosial

Oleh : Imam Sudibyo / FEB / MBTI

Golongan mahasiswa indonesia sungguh sangat menarik untuk dipelajari, pada era globalisasi kini peran mahasiswa dalam berbicara tentang Grand Indonesia kedepan dan dalam menanggapi dan mengawal isu-isu mengenai kondisi kampus, politik, ekonomi, teknologi dan lain-lain sangatlah sulit untuk dijumpai. Pemikiran yang sering muncul pada setiap individu adalah apapun yang terjadi tentang itu tidak akan berpengaruh pada kelulusan saya, percintaan saya dan masa depan saya.

mahasiswa Indonesia kini lebih disibukan dengan urusan-urusan pribadi seperti masalah percintaan, game, hang out akademik pribadi bahkan mahasiswa Indonesia kini banyak yang terjebak di multi level marketing (MLM) dan hanya sedikit golongan mahasiswa yang peduli tentang permasalahan sosial di negri ini. Dengan kondisi yang seperti itu dapat disimpulkan pada saat ini mahasiswa terdiri dari tiga golongan yaitu :

  1. Kupu-kupu : Golongan mahasiswa yang berorientasi pada akademik saja study oriented. mahasiswa golongan ini dianalogikan dengan kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) atau yang dikenal dengan kaum apatis.
  2. Kunang-kunang : Golongan mahasiswa yang berorientasi pada kegiatan seperti main, nongkrong dan lain-lain. mahasiswa golongan ini dianalogikan dengan kunang-kunang (kuliah nangkring-kuliah nagkring) atau yang dikenal dengan kaum hedonis
  3. Kura-kura : Golongan mahasiswa yang berorientasi pada kegiatan kemahasiswaan baik intra kampus ataupun ekstra kampus. Golongan ini memiliki kepedulian yang lebih terhadap lingkungan sosial yang dianalogikan dengan kura-kura

Kita lakukan kajian ini untuk memahaami hakekat dari mahasiswa itu sendiri agar muncul suatu konsepsi tentang tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa. mengawali pemahaman kali ini kita lakukan pendefinisian tema yang kita bahas yaitu “mahasiswa dan Perubahan Sosial” sehingga bahasan tidak melebar pada poin lain.

  • Definisi mahasiswa

mahasiswa  dapat kita definisikan ‘individu golongan menengah ke atas’. coba perhatikan dari strata sosial, dari sisi perekonomian mhasiswa terhitung dari golongan mampu sampai pada orang yang berperekonomian tingkat atas. dari segi pengetahuan, mereka pasti lulus seleksi masuk perguruan tinggi dan dapat dipastikan mereka memiliki ilmu pengetahuan yang dapat dinilai level pengetahuannya menengah. saya menyebut level pengetahuan menengah karna belum bisa disebut pakar.

  • Definisi Perubahan

Perubahan dapat kita definisikan ‘perpindahan dari satu titik ke titik yang lain’. terlepas perpindahan itu menuju pada suatu kondisi yang kita nilai kurang dari kondisi sebelumnya atau sebaliknya. namun di sini kita berharap perubahan yang diakibatkan orang yang berpengetahuan menuju kondisi yang kita nilai lebih baik (menuju sempurna/ideal) sebagaimana harapan publik.

  • Definisi Sosial

Sosial dapat kita definisikan ‘lingkungan masyarakat dimana terbentuknya adat istiadat, norma-norma, hukum guna terpenuhinya hajat hidup’. (keadaan dimana terdapat kehadiran orang lain), dimana orang dapat melakukan komunikasi itulah yang kita sebut lingkungan sosial.

mahasiswa sebagai insan akademis memiliki tiga peran utama yang tertuang dalam tridharma perguruan tinggi yaitu pengajaran/pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk poin pengabdian masyarakat mahasiswa itu erat kaitannya dengan perubahan sosial, itulah yang membedakan mahasiswa dengan siswa sekolah yang dimana seorang mahasiswa memiliki peranan dalam lingkungan sosial dimana mereka berada. Lingkup sosial terkecil dari seorang mahasiswa adalah lingkungan kampus, lebih besar dari itu adalah lingkungan daerah dimana mereka tinggal seperti lingkup kabupaten/kota, lebih besar lagi adalah lingkup provinsi, nasional dan internasional.

Seorang mahasiswa memiliki andil atau peranan dalam mengawal perubahan sosial yang terjadi. Apakah kita sebagai mahasiswa akan menjadi pemberharu peradaban atau hanya sekedar menjadi penonton dari dinamika peradaban.

Tiga fungsi utama mahasiswa dalam kaitan nya dengan perubahan sosial yaitu :

  1. Agen Perubahan :  

Ungkapan mahasiswa sebagai agen perubahan pasti sudah tidak asing lagi. jika kita kaji, yang mebedakan mahasiswa dengan yang lain hanya terleak pada suatu kesempatan dimana mahasiswa memiliki waktu banyak untuk belajar, bukan berarti mahasiswa lebih pintar namun dengan kesempatan yang ada dia bisa belajar banyak, disatu sisi mahasiswa belum memiliki tanggung jawab pemenuhan hajat hidup keluarga sehingga masih bisa bersih dalam berfikir dan bersikap idealis.

  1. Social Control :

Peran mahasiswa sebagai sosial control terjadi ketika ada hal yang ganjil didalam masyarakat dan ketika melihat ketidak adilan seorang mahasiswa harus berani dengan lantang berteriak untuk menyuarakan ketidak adilan tersebut tentu nya dengan menggunakan gagasan, pendapat, pemikiran dan metode-metode yang matang.

  1. Moral Force :

Pergerakan mahasiswa sejati nya adalah pergerakan moral yang mana setiap pergerakan yang dilakukan oleh mahasiswa harus dilandaskan oleh moral, tidak mencerminkan vandalisme dan anarkisme tapi tidak juga menunjukan sikap apatisme dan pragmatisme. Karena ada pepatah yang mengatakan “tempat tergelap dineraka sudah dicadangkan bagi mereka yang bersikap netral disaat krisis moral melanda”

Melihat tiga fungsi mahasiswa dalam kaitan nya dengan perubahan sosial, maka dimanakah letak mahasiswa sebenarnya di dalam lingkungan masyarakat? berikut adalah gambaran piramida yang memaparkan posisi mahasiswa dilingkungan masyarakat :

tes

Jika kita perhatikan dari piramida di atas, posisi mahasiswa sebagai kaum intelektual berada ditengah. mahasiswa memiliki kesempatan lebih untuk berkomunikasi dengan kaum elit (pemerintah) dan masyarakat yang dimana mahasiswa memiliki peran yaitu menjadi penghubung dan menyampaikan pendapat apa yang terjadi didalam kalangan masyarakat kepada kaum elit (pemerintah).

 Untuk menyampaikan pendapat, hal tersebut sudah diatur oleh UUD 1945 dalam pasal 27 tentang kebebasan berpendapat “setiap warga Negara berhak menyampaikan pendapat baik lisan maupun tulisan dan diatur oleh undang-undang”. Penjabarandalam menyampaikan pendapat menurut undang-undang bisa dilakukan dengan cara :

  1. Membuat tulisan
  2. Audiensi
  3. Mimbar bebas
  4. Pawai / long March
  5. Aksi Demonstrasi

Metode-metode di atas adalah metode yang diatur oleh undang-undang dan biasa dilakukan oleh mahasiswa dalam menyampaikan ketidak adilan para kaum elit yang dialami oleh masyarakat. Ketika metode metode di atas dilakukan namun tidak mendapat tanggapan yang berarti, aksi demonstrasi adalah cara terakhir untuk mengontrol kaum elit demi terciptanya tatanan masyarakat yang ideal.

Demi terciptanya tatanan masyarakat yang ideal baik dari lingkup sosial terkecil hingga lingkup terbesar diperlukan peran aktif mahasiswa. Setelah mengetahui peran fungsi mahasiswa mengenai esensi mahasiswa sebagai agen perubahan sosial, diharapkan teman-teman mahasiswa semua dapat menjadi lebih kritis dalam menanggapi perubahan sosial yang terjadi karena “Diam Adalah Pengkhianatan”.

Sekian tulisan mengenai mahasiswa dan Perubahan Sosial kali ini. Jika hatimu BERGETAR melihat ketidak adilan di negri ini, maka engkaulah kawanku !

Salam,

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *