[Students Journalism] Gelombang Hallyu | The Power of Korean

Gelombang Hallyu | The Power of Korean

Ditulis oleh : Ade Febrian Harjito / MBTI 2012

Dua tahun belakangan, tidak usah heran lagi bila ada lagu-lagu Korea yang diputar di kafe, pusat perbelanjaan, bahkan di toko-toko CD bajakan di pinggir jalan. Budaya Korea mulai menginvasi industri hiburan tanah air, dengan bermunculannya boy dan girl band ala Korea di Indonesia. Mereka meniru dandanan idola-idola Korean, bahkan ada yang memplagiat lagunya. Orang Korea menamainya, Hallyu Wave-Gelombang Hallyu-dimana budaya Korea meneyebar ke seluruh dunia melalui Kpop -Korean Pop-dan Kdrama -Korean Drama-, gerakan ini didukung sepenuhnya oleh masyarakat dan pemerintah Korea, para netizen-sebutan bagi pengguna internet di Korea-menyebarkan video-video musik dan drama secara bebas di internet, sehingga para fans Hallyu bisa menikmatinya secara gratis, bahkan ada komunitas yang rela membayar penerjemah untuk menerjemahkan subtitle video-video tersebut ke dalam Bahasa Inggris, semuanya dilakukan secara sukarela untuk menyebarkan virus Hallyu.

Peran pemerintah tak kalah besar, dengan mengadakan program pertukaran budaya yang mempermudah acara-acara televisi Korea masuk ke channel lokal dengan mudah. Bahkan di Jepang acara-acara televisi lokal kalah bersaing dengan produk Korea, kerjasama ini sudah dilakukan secara resmi dengan Jepang, Cina, Thailan, Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura dan Amerika Serikat. Indonesia dan negara-negara lainnya rencananya akan menyusul penandatanganan program ini dalam waktu dekat. Pemerintah juga mensponsori syuting drama dengan menggratiskan pengambilan gambar yang dilakukan di tempat-tempat wisata. Hal ini efektif meningkatkan jumlah wisatawan asing dan domestik yang mengunjungi tempat wisata yang dipakai sebagai lokasi syuting drama. Sehingga para agen travel berlomba-lomba menawarkan tur wisata drama seperti Secret Garden Tour, Boys Before Flower Tour, dan masih banyak lagi. Fenomena ini juga berdampak dengan meningkatnya nilai ekspor Korea sampai 18% tiga tahun belakangan. Produk-produk pakaian, kosmetik, dan elektronik meningkat seiring kepopuleran Kpop dan Kdrama. Juga mulai bermunculan restoran yang menjual makanan khas Korea di berbagai penjuru dunia. Dan sekarang bahasa Korea menjadi kelas yang mulai diminati di lembaga-lembaga kursus bahasa.

Sekarang menjadi idola Kpop sudah seperti menjadi artis dunia. Bahkan banyak penyanyi dari negara lain menjiplak konsep kostum maupun lagu mereka. Penjualan album dan tiket konser laris di seluruh dunia. Tidak hanya di Asia gelombang Hallyu juga meenyerang Amerika Latin, Afrika Selatan, Kanada, Australia, Selandia Baru, Eropa, Timur Tengah. Bahkan sekarang mulai menembus pasar Amerika Serikat, dimulai dengan girlband Wonder Girls yang berhasil masuk tangga lagu Billboard Amerika di tahun 2009. Sejak itu banyak idola Korea yang mengeluarkan album berbahasa Inggris untuk memenuhi pasar Amerika. Namun tidak bisa dibilang semuanya sukses, mereka masih lebih populer ketika menyanyikan lagu berbahasa Korea.

Dibuktikan dengan boomingnya lagu Gangnam Style milik rapper dan komedian Korea PSY. Gerakan horse dancing mampu menarik mata penggemar musik dunia. Lagu ini bahkan menarik fans baru yang sebelumnya tidak tahu tentang Kpop menjadi tertarik. Banyak video-video flashmob Gangnam Style yang diunggah di Youtube. Dari Indonesia ada diantaranya flashmob di Bundaran HI, Jakarta dan di Dago, Bandung. Artis-artis dunia seperti Katy Perry, Britney Spears, T.I. menulis di akun Twitternya tentang ketertarikannya dengan lagu Gangnam Style yang lucu, sederhana, namun berkualitas. Sampai akhirnya PSY diundang dia ajang bergengsi MTV Video Music Awards 2012 dan menjadi bintang tamu di acara-acara populer Amerika seperti Ellen de Generres Show, Saturday Night Live, dan lainnya. Bahkan PSY mampu menduduki peringkat dua di tangga lagu Billboard. Juga artis-artis SM Entertainment yang berhasil menggelar konser SMTown pada tahun 2011 bertempat di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat, yang notabene adalah venue konser untuk artis-artis kelas dunia.

Kesuksesan gelombang Hallyu terletak pada baiknya manajemen artis dan sifat kerja keras para artis Korea. Semua idola Korea berada di bawah manajemen dengan sistem manajerial dan operiasonal yang profesional. Jarang sekali ditemukan artis indie yang bertahan di kerasnya dunia hiburan Korea. Para idol, baik solois maupun anggota grup idola mengikuti serangkaian audisi yang ketat sebelum masuk menjadi trainee-peserta pelatihan-dalam sebuah perusahaan hiburan. Hal ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang menginginkan keuntungan lebih dengan menipu para peserta audisi. Oknum tersebut meminta sejumlah uang hingga pelayanan seksual dengan iming-iming akan diloloskan audisi. Tapi perusahaan hiburan yang asli tidak akan melakukan hal tersebut.

Audisi tidak hanya dilakukan di Korea saja, tapi juga di Cina, Kanada dan Amerika Serikat. Banyak sekali anggot grup idola yang berasal dari luar Korea. Dari Amerika ada Amber dan Crystal f(x), Nicole Kara, Kevin U-Kiss, Tiffany dan Jessica SNSD, Nickhun 2PM dari Thailan, Henry SuJu-M dan Kris EXO-M dari Kanada, kakak beradik Dara 2NE1 dan Thunder M-Blaq yang besar di Filipina. Dari Cina ada Lim Wonder Girls, Jia dan Fei Miss A, bahkan SM Entertainment membentuk sub-grup kusus untuk pasar Cina seperti Super Junior-M dan EXO-M. Ada juga yang berasal dari Italia, Rusia dan Jepang. Tahun ini perusahaan hiburan terbesar di Korea-SM Entertainment-juga menambah wilayah audisi di Jepang, Selandia Baru dan Australia. Banyak idola yang mempersiapkan audisi sejak usia dini, mereka mengikuti sekolah kusus tari, akting atau menyanyi. Sebagian besar remaja Korea pernah mengikuti audisi idola di usia dua belas tahun. Audisi meliputi kemampuan menyanyi, menari dan visual-penampilan wajah-, akan lebih baik bagi peserta jika memenuhi kriteria unggul di riga aspek tersebut, tapi karena pada akhirnya mereka akan mengikuti pelatihan yang panjang setelah audisi, dengan hanya menguasai satu aspek saja biasanya peserta bisa lolos. Tren operasi plastik untuk grup idola sekarang mulai ditinggalkan. Walaupun Korea dikenal karena operasi plastik, dengan meningkatnya kelas idola Kpop yang selevel dengan bintang dunia, para perusahaan hiburan lebih memilih para uljang-pemilik kecantikan alami-. Karena itu sedang populer road casting -audisi spontan-yang dilakukan agen perusahaan hiburan di pusat-pusat keramaian, mereka mencari uljang yang berpotensi.

Setelah lolos audisi mereka akan dikontrak untuk menjadi trainee di perusahaan hiburan. Lamanya masa trainee bervariasi, ada yang hanya 3 bulan, ada pula yang sampai 7 tahun. Tergantung kemampuan trainee dan juga kebijakan manajemen. Masa-masa trainee adalah waktu yang paling berat. Biasanya trainee akan berlatih 10 sampai 12 jam dalam sehari, selama seminggu penuh. Cobaan akan lebih berat bagi mereka yang bersekolah, mereka dituntut untuk tetap berprestasi di sekolah dan juga bersungguh-sungguh dalam latihan. Kebanyakan yang berasal dari luar Seoul akan tinggal di asrama manajemen. Mereka selain dilatih bernyanyi, menari, dan akting, juga dilatih kepribadian, bahasa asing (biasanya bahasa Inggris, Cina, Jepang, Spanyol, Prancis dan Rusia), juga akrobatik. Karena ketatnya persaingan antar grup idola, para member dituntut untuk menampilkan sesuatu yang tidak biasa di atas panggung, selain bernyanyi dan menari. Persaingan sesama trainee pun sangat keras, karena tidak semua bisa debut. Tak jarang ada rumor pembullyan diantara para trainee. Semua berlatih sangat keras, bagi yang menyerah karena tidak juga debut, ada sebagian yang pindah ke agensi lain dan malah sukses, seperti personel Beast yang semuanya adalah mantan trainee gagal di agensi lamanya. Ada juga yang pindah jalur menjadi seorang aktor atau aktris bahkan komedian, jarang sekali dijumpai trainee yang benar-benar pergi dan mengubur impiannya menjadi artis. Karena sifat fan Korea yang menuntut kesempurnaan, beban latihan pun semakin berat, ada yang menyerah dan bunuh diri, adapula yang berlatih sangat keras sampai cidera. Sebagian dari mereka bahkan berlatih menari dengan melihat bayangan tubuhnya di tembok kamar, karena cermin untuk latihan hanya disediakan di gedung manajemen. Masyarakat berpendapat bahwa menjadi trainee bahkan lebih sulit daripada menjadi mahasiswa di universitas terbaik di Korea.

Setelah berhasil debut pun perjuangan belum selesai, karena akan ada puluhan pesaing dari manajemen lain yang akan debut, belum lagi ditambah saingan dari para sunbae-senior-. Posisi mereka dalam grup ditentukan menurut kemampuan spesifik, walaupun semua anggota grup dituntut untuk menjadi artis serba bisa, ada vokalis utama, dancer utama, rapper, visual -anggota yang memiliki tampilan fisik paling menarik-, leader (dipilih dari member tertua atau yang paling lama menjadi trainee), dan maknae -anggota termuda-. Mereka akan tinggal bersama di asrama dan tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan keluarga, bahkan ada yang identitas keluarganya dirahasiakan. Mereka juga dilarang berpacaran dan keluar asrama tanpa dikawal manajer.

Saat promosi lagu baru semua grup akan bersaing untuk mendapat jadwal tampil di program musik, karena banyaknya grup yang ingin promosi di program musik dan terbatasnya waktu penayangan, maka para rookie-pendatang baru-malah harus membayar untuk bisa tampil. Program musik populer seperti SBS Inkigayo, KBS Music Bank, Mnet Countdown, dan MBC Show Champion adalah barometer eksisnya sebuah idola dalam industri musik. Selain rating yang tinggi, totalitas acara dalam hal set panggung dan efek kamera menjadikan program ini mahal dan menjadi rebutan para idola. Hal ini dimanfaatkan para agensi untuk menyuap para produser, agar artis asuhannya bisa tetap tampil dan berada di posisi tangga lagu teratas, hal ini biasanya dilakukan perusahaan-perusahaan hiburan besar. Makanya tak jarang artis yang berada di posisi tangga lagu rendah pada chart music realtime (hasil survey resmi dari distributor penjualan album) bisa berada di posisi atas pada program musik. Persaingan juga terjadi pada sesama program musik. Artis dari perusahaan YG Entertainment (salah satu dari 3 perusahaan hiburan terbesar) seperti Big Bang dan 2NE1, dikontrak oleh Inkigayo dan tidak diperbolehkan tampil di program musik lain. Alhasil artis-artis ini tidak mendapat posisi tinggi di tangga lagu program lain. Keganjilan juga terjadi kepada artis-artis SM Entertainment yang bermasalah dengan Mnet, stasiun TV dari program musik Countdown, pada tahun 2009 lagu fenomenal dari SNSD, Gee yang mendapat tempat pertama di berbagai program musik, bahkan dua belas minggu menjadi pemenang di Music Bank tidak pernah sekalipun menang di program Countdown. Hal ini berlanjut dengan pemboikotan SM pada acara-acara Mnet.

Karena rumitnya program musik, para fans mulai menuntut transparansi dalam program musik. Tapi para agensi artis tidak kehabisan akal, mereka melakukan buyback. Yaitu, membeli sendiri album artis mereka dalam jumlah banyak dan kemudian menjual lagi album tersebut, sehingga angka penjualan album menjadi terdongkrak. Karena hal ini para distributor mulai membuat aturan pembatasan pembelian album dengan ID Card. Agensi yang diduga melakukan hal ini adalah Starship Entertainment, dengan artisnya Sistar, yang sukses merevolusi tren girlband Korea dari imej lucu menjadi lebih sexy dan glamour. Selain di program musik mereka melakukan promosi dengan tampil di variety show dan talk show. Di variety show para idola akan lebih terkenal, apalagi bila mereka menampilkan imej lucu dan alami yang mudah diingat orang. Bahkan ada penyanyi yang lebih aktif menjadi pengisi variety show daripada beraktifitas di bidang musik. Ada juga yang berpromosi dengan muncul di majalah atau melakukan fan meeting dan konser sampai luar negeri. Pada masa promosi rata-rata anggota grup idola hanya tidur setengah sampai 3 jam dalam sehari. Bahkan idola yang sedang cidera pun tetap dipaksa tampil live. Seperti kasus para anggota grup T-ara, Eunjung yang sobek ligamen otot kakinya karena jatuh setelah berkuda dipaksa tampil tiga kali secara live dan disuntik obat penahan rasa sakit. Walaupun tidak merasakan sakit, tapi luka di ototnya semakin parah sampai Eunjung pingsan karena over dosis obat.

Karena ketatnya persaingan, setelah kepopuleran album grup idola turun, mereka akan mengakhiri masa promosi dan melakukan comeback dengan album baru beberapa waktu kemudian. Untuk artis baru biasanya akan melakukan comeback setelah 4 sampai 5 bulan. Tapi untuk artis-artis super sekelas SNSD, 2PM, Super Junior, 2NE1, Big Bang, Kara, Wonder Girls, biasanya melakukan comeback setahun sekali untuk menjaga eksklusifitas, karena mereka sudah debut relatif lama, sekitar 7 sampai 3 tahun. Selama masa hiatus -non-promosi-para idola melakukan kegiatan pendekatan luar negeri dan bermain dalam drama. Beberapa juga membintangi Commercial Film-iklan-.

Kerasnya dunia hiburan Korea, sebanding dengan apa yang para artis dapatkan. Uang, rumah mewah, kepopuleran internasional adalah hasil dari kerja keras mereka. Ribuan remaja Korea memimpikan hal tersebut. Gaya unik lagu Kpop dan regenerasi artis berkualitas secara terus menerus menjadikan Kpop selalu bervariasi dan tidak membosankan. Itulah daya tarik yang menyeret jutaan penggemar Kpop kedalam gelombang Hallyu.

Daftar Pusaka :

Media Korean Sports edisi September 2012

Enews World edisi September & Oktober 2012

Ceci Korea

Vogue Girl Korea

Instyle Magazine

www.koreanindo.net

www.korea.com

www.soompi.com

www.allkpop.com

www.daum.com

 

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *