Strategi Gramedia untuk Mengurangi Kerugian Akibat Penurunan Penjualan Buku

Jakarta-“Tahun depan(2015) Gramedia akan melakukan expandsi besar-besaran”, kata Wandi S. Brata pada kelas inspirasi 11 November 2014 yang digelar di Aula Lt. 7 Kompas Gramedia Jalan Palmerah Barat. Expandsi ini didasarkan pada pertumbuhan pendapatan masyarakat Indonesia. Beliau mengatakan bahwa pendapat masyarakat Indonesia pada kelas menengah terus meningkat hingga mencapai 40jt orang pada tahun 2012 lalu dan akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Berdasarkan data Gramedia, pada bulan Januari hingga Oktober 2013 sejumlah 29.046.390 buku terjual dan mengalami peningkatan hingga mencapai angka 34.855.668 pada akhir tahun 2013. Kemudian data penjualan buku pada tahun 2014 periode Januari hingga Oktober sebesar 28.616.740 dan diperkirakan pada akhir tahun akan mencapai angka 34.488.986.

Berdasarkan data-data tersebut terjadi penurunan penjualan buku pada tahun 2013 dan 2014 ini. Dari angka penjualan tersebut bukan berarti Gramedia mengalami kerugian. Pendapatan Gramedia meningkat sebanyak 20% namun pendapatan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga. Kenaikan biaya produksi dan pemasaran yang menyebabkan harga buku meningkat.

Berdasarkan data-data tersebut terjadi penurunan penjualan buku pada tahun 2013 dan 2014 ini. Dari angka penjualan tersebut bukan berarti Gramedia mengalami kerugian. Pendapatan Gramedia meningkat sebanyak 20% namun pendapatan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga. Kenaikan biaya produksi dan pemasaran yang menyebabkan harga buku meningkat.

Pada Toko Buku Gramedia juga terjadi penurunan dan kenaikan pada penjualan item. Pada tahun 2012 penjualan non-book mencapai angka 53% dan buku pada angka 47%. Kemudian pada tahun 2013 terjadi peningkatan penjualan pada non-book yang mencapai angka 56% dan penurunan pada penjualan buku. Penurunan tersebut terus terjadi hingga tahun 2014 yang hanya dapat menjual buku sebanyak 43%.

Publishing & Education Director Kompas Gramedia mengatakan bahwa suatu buku memiliki perilaku penjualan. Suatu buku baru akan mengalami peningkatan penjualan pada bulan kedua dan akan menurun pada bulan ketiga. Penurunan tersebut akan terus berlangsung hingga pada bulan kedelapan yang penurunannya sangat signifikan. Oleh karena itu, pihak Gramedia menyiasati penurunan penjualan tersebut dengan mengadakan diskon atau bazar buku untuk menghindari kerugian yang besar.

Selain diskon-diskon, Gramedia mengambil langkah lain untuk dijual pada TB. Gramedia seperti penjualan ATK dan non-book yang lain. “Di TB. Gramedia Lombok kami menjual alat memasak, sehingga masyarakat menjadikan alternatif wisata lain” kata Pak Wandi. Kedepannya Gramedia juga akan menjual Food and Beverages serta mengadakan demo-demo memasak pada toko buku-toko bukunya, lanjut Direktur Utama Gramedia Publishing ini. Alternatif lain untuk menambah penghasilan yaitu dengan menerbitkan kembali buku lama yang pernah menjadi best seller.

Untuk menghadapai era digital ini Gramedia telah menyiapkan beberapa alternatif lain untuk menjual buku. Misalnya pembuatan ebook resep yang akan dijual Rp.1000, 00 per resepnya. Selain itu atas kerja sama dengan Intel, Januari 2015 Gramedia akan meluncurkan GramediaBook. Tab murah dengan fasilitas pembelian buku digital yang diterbitkan oleh Gramedia. Tab ini nantinya akan menyediakan book store yang memberikan link pembelian buku.

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *