[Students Journalism] Setahun Pimpin Bandung, Ridwan Kamil Bereskan PKL?

Bandung, Students Tel-U – Hari ini, Selasa, 16 September 2014 adalah tepat satu tahun kepemimpinan Ridwan Kamil dan wakilnya, Oded M Danial, sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Jawa Barat. Sebagai warga Bandung, apa saja sudah dirasakan dari kepemimpinannya dalam setahun ini? Dalam perbincangan santai dengan rekan jurnalis senin kemarin, pria yang lebih akrab di sapa Kang Emil ini mengakui dalam menjalankan gulir pemerintahan di Bandung ia lebih banyak melakukan improvisasi. Emil sendiri bukanlah berasal dari kalangan birokrat sehingga belum tahu pasti seperti apa seluk-beluk pemerintahan.

“60 persen sudah diprediksi, 40% belum. Jadi dalam pelaksanaannya butuh banyak improvisasi, ” ujar Emil saat diwawancarai di Balai Kota Bandung, senin (15/9).

Kondisi Jalan Kepatihan sebelum pembersihan PKL.

Bersama pasangannya yang juga akrab disapa Mang Oded, Emil mengakui masih sulit dalam menata PKL di Bandung, yang banyak menimbulkan kemcetan di beberapa titik. Ibarat mata pisau, disatu sisi keberadaan mereka mengganggu tata ruang dan keindahan kota terlebih ketika membuat macet. Akan tetapi keberadaan mereka disisi lain juga masalah ekonomi rakyat yang tidak serta merta diacuhkan begitu saja. Emil sendiri memilih melakukan penataan PKL dimulai dari ‘sarangnya’ dan juga memberikan peringatan dan sanksi tegas berupa denda jika menjual dan membeli dagangan PKL di zona merah.

Pada penghujung tahun 2013 lalu, Kang Emil dan Mang Oded berhasil melakukan penertiban PKL di kawasan Alun-alun dan sekitar pelataran Masjid Agung, terutama Jalan Kepatihan. Kondisinya kini jauh lebih rapih, padahal ketika masuk masa Lebaran tahun 2013 itu kondisinya sangatlah semrawut. Jalan yang dulunya hanya bisa dilalui satu jalur dari arah Jalan Otto Iskandardinata, kini sudah bisa dilalui dua arah dari Jalan Dewi Sartika.

Selain di Jalan Kepatihan, PKL di jalan merdeka juga sudah direlokasi ke lantai basement pertokoan Bandung Indah Plaza (BIP). Proses relokasi yang awalnya berlangsung alot, baik konflik intern dalam organisasi yang menaungi PKL Merdeka maupun PKL yang membandel dan enggan dipindahkan. Hingga sejauh ini, sejumlah aparat ditugaskan berjaga di sekitaran Mall BIP.

Setelah di Kepatihan dan Merdeka, rencananya Emil akan mencoba mengurus PKL Cicadas yang sejak puluhan tahun lalu tak bernah di bredel. Ada 900 lebih PKL disana yang efeknya memadati trotoar Jalan Ahmad Yani (Cicadas) akan dikumpulkan di satu titik, dikawasan bangunan bekas Department Store Matahari Kiaracondong. Mengenai hal ini, Emil masih belum terbukan akan rencananya ini.

Beliau juga menambahkan, jika di Tanah Abang dan kota lainnya saja bisa ditertibkan dan memberi ruang bagi warga, mengapa Bandung harus kalah. Meski begitu, Kang Emil juga akan memperlakukan mereka secara manusiawi dan demi meningkatkan index of happiness warga Bandung pada umumnya. (ERF)

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *