Rekomendasi Novel untuk Temani Sisa Liburanmu!

Cimei, Students Tel-U – Novel bertajuk The Perks of Being a Wallflower merupakan sebuah karya dari penulis Amerika bernama Stephen Chbosky yang terbit pada tahun 1999. Berkisah tentang kehidupan masa SMA seorang remaja bernama Charlie di tahun 1991, novel ini tetap dapat dinikmati oleh para pembaca berumur 17 tahun ke atas. Novel yang mengajak kita bernostalgia ke masa SMA rasanya sangat pas untuk dibaca khususnya pada masa liburan semester ini.

The Perks of Being a Wallflower mengisahkan kehidupan tokoh utamanya, Charlie, seorang remaja berumur 15 tahun yang introvert dan sensitif. Memasuki tahun pertamanya di SMA, Charlie yang mudah gugup tetap bertekad untuk melaluinya walaupun ia dibayangi oleh masa lalu yang sempat membuatnya trauma. Pada awal Charlie masuk SMA ia sempat mengalami kesulitan mendapatkan teman baru, beruntung, Charlie bertemu dengan dua seniornya di sekolah yaitu Sam dan Patrick yang memberi warna baru pada kehidupan Charlie. Berkat Sam, Patrick dan sejumlah orang yang ia temui di sekolah, Charlie berhasil mendapatkan berbagai pengalaman yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Pengalamannya tersebut ia tulis ke dalam surat-surat yang ia tujukan kepada seorang penerima anonimus yang hanya disebut oleh Charlie sebagai ‘teman’.

Dalam surat-surat yang ia tulis, Charlie bercerita mulai dari kehidupannya di sekolah, keluarganya, teman barunya, kisah cinta serta kesehatan mentalnya. Tidak hanya mengenai dirinya sendiri, Charlie juga menuliskan cerita yang dialami baik oleh anggota keluarga maupun teman-temannya dari sudut pandang Charlie. Sosok Charlie yang digambarkan pandai dalam menulis seakan mengajak kita untuk mengerti ‘kegalauan remaja’ yang sedang ia rasakan dan masa lalu yang kerap kali mengganggu pikirannya. Tentu saja keapikan novel ini tidak lepas dari kepiawaian Stephen Chbosky selaku penulis yang mampu mengajak pembaca larut dalam kisah-kisah yang disampaikan Charlie dalam suratnya. Sang penulis tidak terlalu berbelit-belit dalam gaya bahasa sehingga cerita mudah dimengerti oleh pembaca, namun tetap memberikan kesan yang mendalam pada tulisannya.

Apa yang membuat novel ini menarik adalah tema cerita yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Bagi pembaca yang sudah dewasa, kita seakan diajak untuk bernostalgia ke masa-masa remaja. Kisah Charlie dalam mencari jati diri, mencari tempat dimana ia diterima dan berusaha melawan traumanya dapat menjadi inspirasi bagi pembaca yang masih remaja khususnya pembaca yang sedang merasakan apa yang Charlie rasakan. Penulis juga tidak menambahkan kisah-kisah yang terlalu dramatis namun kejeniusan penulis mampu menyuguhkan cerita yang biasa menjadi spesial.

The Perks of Being a Wallflower sangat direkomendasikan bagi para pembaca berumur 15 tahun ke atas.  Nah, bagi kamu yang kurang minat dalam membaca tapi penasaran dengan ceritanya tidak perlu berkecil hati karena novel ini sudah diangkat ke dalam film dengan judul yang sama. Dirilis pada tahun 2012, film yang dibintangi oleh Logan Lerman (Charlie), Emma Watson (Sam) dan Ezra Miller (Patrick) tidak kalah bagus dengan novelnya dan memiliki rating yang cukup tinggi untuk kategori drama. Kamu bisa beli atau rental novel dan DVD di toko terdekat untuk menikmati The Perks of Being a Wallflower. Buat kamu yang sudah pernah membaca atau menonton The Perks of Being a Wallflower, jangan sungkan untuk memberikan komentar atau pendapat kamu di kolom komentar. (MAP).

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *