PPKMB 2017 Tidak Menarik?

Bandung, Students Tel-U – Baru-baru ini di salah satu forum diskusi terbuka mahasiswa Tel-U, banyak sekali opini yang masuk saling bersahutan membahas prahara PKKMB 2017. Forum tersebut diwarnai dengan berbagai komentar mahasiswa yang pro hingga kontra dalam menanggapi kritik ketidakpuasan mahasiswa baru terhadap acara PKKMB 2017 di Batch 1. Menanggapi permasalahan tersebut, salah satu panitia PKKMB pusat divisi Agenda and Planning Team, memberikan tanggapan melalui gambaran yang ia berikan mengenai serba-serbi PKKMB hingga perjuangan panitia PKKMB 2017 untuk mewujudkan hasil maksimal dalam penyambutan mahasiswa baru tahun ajaran 2017-2018.

 

Profil Singkat

Nama Lengkap                  : Arizky Fathurramdhan

Jurusan & Fakultas           : S1 Desain Produk, Fakultas Industri Kreatif 2015

Posisi di PKKMB : Ketua Acara PKKMB Fakultas Industri Kreatif dan Anggota Divisi Agenda and Planning Team (APT)

 

PKKMB Bukan Lagi OSPEK

Menurut Arizky, perlu digaris bawahi bahwa Universitas Telkom tidak lagi menggunakan bahasa OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) sebagai nama dalam proses penyambutan dan pengenalan mahasiswa baru, tetapi menggunakan istilah PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus mahasiswa Baru) sebagai nama resmi yang digunakan selama dua tahun terakhir. Nama ini juga digunakan oleh beberapa kampus lain diantaranya ; UNESA, UNAIR, UNH, dll. Nama PKKMB ini berhasil memperhalus stigma negatif soal OSPEK yang selama ini menghantui mahasiswa baru yang hendak mengikuti masa orientasi.

 

Selain bertujuan untuk menjadi gerbang awal mengenal dunia kampus, PKKMB yang diselenggarakan Telkom University juga merupakan salah satu syarat kelulusan yang harus ditempuh oleh mahasiswa Telkom University. Maka PKKMB ini bersifat wajib untuk diikuti. Tidak aneh apabila, mahasiswa baru bertemu dengan angkatan di atasnya yang juga mengikuti serangkaian kegiatan PKKMB ditahunnya karena harus memenuhi persyaratan tersebut.

 

Tidak Dipersiapakan Dalam Waktu Semalam dan Diseleksi Berdasarkan Pemilihan Yang Objektif

PKKMB termasuk proses seleksinya, dari tahun ke tahun ditanggung jawabi langsung oleh Direktorat Kemahasiswaan Telkom University. Proses seleksi ini terjadi melalui 3 tahapan yang dilakukan secara formal. Adapun ketiga tahapun tersebut adalah ;

  1. Seleksi Administrasi
  2. Seleksi Uji Kelayakan
  3. Seleksi Uji Simulasi

Saat Seleksi Uji Simulasi, calon panitia yang berhasil lolos diseleksi sebelumnya, akan dibagi menjadi beberapa grup dan diposisikan dalam dua kondisi. Yang pertama berperan sebagai panitia untuk mengetahui kondisi lapangan. Yang kedua berperan sebagai peserta untuk mengetahui sudut pandang dan psikologi peserta.

 

Setelah proses seleksi ini selesai, panitia yang sudah diposisikan di divisi masing-masing akan segera melakukan persiapan menuju hari H sejak UAS semester genap selesai hingga akhir waktu liburan. Dalam persiapannya, panitia juga dibina dalam manajemen waktu, disiplin, kerjasama tim hingga komitmen.

 

Menurut penuturan Arizky, Direktorat Kemahasiswaan juga bersifat objektif dalam melakukan proses seleksi. Direktorat Kemahasiswaan tidak menjadikan angkatan sebagai patokan untuk memimpin tim, tetapi Direktorat Kemahasiswaan melihat dan memilih koordinator melalui kapabilitas calon panitia tersebut. Kuantitas anggota panitia dalam satu divisi juga tidak dipukul sama rata. Panitia dibagi tergantung dengan kebutuhan masing-masing divisi.

 

Panitia Sebagai Eksekutor

Segala konsep dan aturan PKKMB Pusat telah diatur dan ditanggung jawabi oleh Direktorat Kemahasiswaan kecuali PKKMB Fakultas dan Jurusan. Panitia mahasiswa hanya bertugas penuh menjadi eksekutor di lapangan. Namun, karena hal tersebutlah pihak Direktorat Kemahasiswaan juga terbuka dan menghargai segala saran dan kritik yang masuk terhadap pelaksanaan PKKMB karena panitia lah yang mengetahui kondisi riil di lapangan.

 

Adapun masukan berupa acara-acara spektakuler yang disiapkan untuk penyambutan mahasiswa baru, akan dipertimbangkan lagi dari segala sisi, termasuk diantaranya pertimbangan mengenai estimasi pengeluaran dan kebermanfaatnnya bagi kampus. Apabila hal-hal tersebut dinilai kurang memberikan dampak besar, hal tersebut lebih baik dialihkan terhadap hal yang menjadi prioritas kampus.

 

PKKMB Tahun Ini

Secara sistem PKKMB tahun ini masih sama dengan PKKMB tahun lalu, namun secara pelaksanaan ada beberapa hal yang berbeda.

 

Tahun lalu segala konsep agenda mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi ; penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pengajaran dan pengabdian masyarakat yang dituangkan kedalam kegiatan Creativity Contest, Mapping, Pengabdian Masyarakat & Pengkaryaan dan Seminar, dan konsep ini juga digunakan kembali di tahun ini.

 

Dari segala aspek, tugas yang kami berikan tidak ada unsur yang memberatkan mahasiswa dalam pengerjaannya.

 

Sebagai Universitas Swasta, Telkom University Berusaha Untuk Terus Berkembang

Adapun kekecewaan yang tidak bisa terelakan karena melihat perbandingan yang sangat kentara dengan orientasi di kampus negeri, perlu diimbangi dengan pemahaman bahwa hal-hal tersebut terjadi karena adanya perbandingan yang tidak bisa dihindari berupa kesenjangan usia kampus dan jam terbang sistem yang sudah kokoh. Kita perlu mengukur bahwa kampus kita adalah kampus yang masih baru berdiri. Menggabungkan 4 institusi menjadi satu universitas dengan pencapaian yang banyak (Termasuk didalamnya sudah terakreditasi A) dalam 4 tahun terakhir juga sudah merupakan pencapaian yang luar biasa. Adapun ide-ide inovatif yang masuk untuk perkembangan kampus akan berproses seiring berjalannya waktu.

 Apakah jadi panitia itu mudah?

“Jadi panitia itu seru, seru, seru banget, cape, cape memang. Sampai ditengah-tengah acara tidur karena memang seharian itu ga tidur. Tapi dari sana dapat keluarga baru yang cape dan senangnya bareng-bareng. Untuk yang mengkritisi soal hal itu, sekali lagi terima kasih, gapapa banget kritikan itu bagus, agar kedepannya lebih bagus, tapi harapannya adalah, yang mengkritik itu bisa juga ikut membantu. Ikut membantunya bukan hanya mengkritik tapi juga penyelesaiannya. Karena menjadi panitia itu tidak segampang yang dipikirkan dan tidak sesulit yang diperkirakan.”, ujar Arizky dipenghujung perbincangan. (AUL)

 

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *