Mental Baja CEO AirAsia: Manajemen Krisis ala Tony Fernandes

Ditulis Oleh
Nando Nurhadi

Luar biasa! Itulah dua kata yang langsung terlintas di pikiran saya, saat melihat respon seorang Tony Fernandes manakala mengetahui peristiwa na’as yang menimpa maskapai miliknya : QZ 8501.

Prolog :

Masih lekat dalam ingatan publik bagaimana respon otoritas Malaysia Airlines saat menghadapi krisis hilangnya MH 370, apa yang dilakukan Tony sungguh berbeda. Bagai langit dan bumi, 180 derajat.

Berikut poin-poin yang saya catat dan amati dari pimpinan pucuk maskapai low cost carrier tersebut.

wpid-tony-fernandes-007Tony Fernandes | Photograph : Eric Piermont/AFP/Getty Images

Tony Tidak Lari! Ia Bertanggung Jawab Penuh

“I am rushing to Surabaya, what ever we can do at surabaya, we will be doing.”, katanya via akun twitter @tonyfernandes 30 Desember silam.

Tony sangat paham bahwa saat di mana perusahaan Anda menghilangkan 162 nyawa manusia tentu tidak bisa diwakilkan pada orang lain.

Tony berani datang, menghadapi publik dengan segala tekanannya. Dan yang paling penting : tanpa menunda-nunda.

Tony bahkan berjanji memenuhi semua kebutuhan keluarga korban dan penanganan jenazah korban. Ia menekankan bahwa dirinya takkan lari dari kewajiban itu.

Selain bertanggung jawab penuh, Tony juga menunjukkan empatinya dengan sangat baik. Ia sempat terbang ke Palembang dan mengantar jenazah salah satu crew-nya hingga ke liang lahat. Suatu bentuk penghormatan yang baik dan tepat atas dedikasi karyawan dalam bertugas.

Tony dan Perusahaannya Tidak Membingungkan Publik

Langkah cerdas lain yang diambil seorang Tony Fernandes. Ia tidak serta merta panik dan membiarkan otoritasnya diambil pihak lain.

Malahan, dia berinisiatif untuk melakukan kerjasama dengan otoritas setempat. Ia bertemu dengan presiden Jokowi, bekerja sama dengan instansi-instansi terkait.

Dengan kolaborasi tersebut, tak lupa ia memusatkan segalaupdate informasi di halaman facebook resmi perusahaan. Halaman yang sama yang sudah menjadi identitas maskapai tersebut dalam menjalankan bisnis.

Tetap Mengedepankan Konsumen

Gara-gara peristiwa kecelakaan tersebut, saham sempat terkoreksi hingga 15% lebih. Tapi hebatnya, bukan itu fokus Tony.

Walaupun perusahaan Anda didera musibah dan menjadi sorotan publik. Jangan biarkan bisnis Anda mengecewakan konsumen lain.

“To all my staff AirAsia stars be strong, continue to be the best. Pray hard. Continue to be the best for all our guest. See u all soon.”

Sikap mental seperti ini berhasil Tony tunjukkan dengan baik. Dan tentu mampu menjadi penguat mental para karyawan saat menghadapi situasi krisis semacam ini.

Terpuruk? Bangkit!

Tony adalah orang yang piawai mereskonstruksi AirAsia, membangkitkannya dari keterpurukkan semenjak ia mengambil alihnya 13 tahun yang lalu.

Sebelum dipoles oleh putra seorang dokter dan ibu seorang pengusaha itu, AirAsia “hanya”lah maskapai milik pemerintah yang nyaris hilang dari persaingan.

Sampai sebelum peristiwa na’as itu AirAsia adalah maskapai yang orang harus bersaing demi mendapatkan kursinya. Murah namun bukan murahan.

Menarik untuk mengamati apakah orang yang sama mampu menggunakan tangan dingin magisnya untuk membuat maskapai tersebut bangkit sekali lagi.

Epilog

Tony Fernandes! A person to watch in SEA business landscape!

Seorang Sir Richard Branson dari Virgin grup saja sampai sempat melempar tantangan dan kalah taruhan!

Tentu masih segar dalam ingatan bagaimana bos virgin group itu berdandan ala perempuan dan menjadi pramugari dalam sebuah penerbangan AirAsia Kuala Lumpur-Perth.

Mental baja dan sikap sportif seorang Tony Fernandes layak menjadi inspirasi. Tak mengherankan, bila di tahun 2010 lalu, pria dengan latar belakang akuntan professional tersebut meraih penghargaan Asia Forbes Businessman of the year.

Follow twitter penulis di @nando_nurhadi

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *