Mengetahui Lebih Dalam “ISLAH” Al-Fath

Bandung, Students Tel-U – Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Kerohanian Agama Islam Universitas Telkom (Al-Fath Universitas Telkom) akan mengadakan suatu acara pelatihan kepemimpinan yang dinamakan dengan (ISLAH) Islamic Motivation and Leadership Al-Fath yang akan dilaksanakan pada bulan September-November 2014.

Melihat kemajemukan setiap mahasiswa baru, latar belakang yang variatif yang disebabkan faktor geografis, pola hidup lingkungan pembentuk karakter sekunder, pola pendidikan karakter primer dari keluarga, dan berbagai stimulus yang membentuk suatu pribadi dari balita sampai remaja mahasiswa. Kemajemukan ini berpengaruh dari pondasi dan sistematis berfikir, cara bertindak, menentukan pilihan dalam hidup setiap pribadi atau komunitas. Tidak bisa kita tangkis realitas di kampus teknologi ini, Telkom University, dimana setiap akademika-akademika segar yang biasa kita sebut mahasiswa baru berbondong-bondong datang dari berbagai daerah dan latar belakang, dari negeri timur sampai barat, dari Sabang sampai Marauke rasanya menghiasi kanvas kehidupan dunia kampus Telkom University. Tak bisa pula kita tampik kulturisasi yang  akan terjadi kepada mereka, pergeseran kearifan lokal yang mereka bawa dengan idealisme yang sangat kuat juga akan dibenturkan realitas kulturisasi antimainstream modern khas anak muda masa kini, norma kesopan-santunan, agama, saling menjunjung tinggi harkat martabat, toleransi, dan kemampuan separasi haq dan bathil kadang akan tersisi oleh kulturisasi sekulerisme, liberalisme, hedonisme, dan isme-isme yang tidak relevan dengan jati diri kararkter orang Indonesia.

 Berangkat dari penyatuan 4 lembaga da’wah kampus pada masing-masing fakultas di Telkom University yaitu Al-Fath TES di Fakultas Teknik, Al-Fath TASS di Fakultas Sains dan Aplikatif, Al-Fath TEBS di Fakultas Ekonomi dan Manajemen, dan Al-Fath TCIS di Fakultas Seni. 4 lembaga da’wah ini dikepalai oleh satu lembaga pusat sebagai pusat kajian dan strategis yaitu Al-Fath Pusat Telkom University yang berkordinasi langsung dengan 4 lembaga da’wah di bawahnya. Efek dari penggabungan 4 kampus (sekarang fakultas) dan lembaga da’wah pun tergabung melahirkan gagasan untuk terjadi sinkronisasi tujuan dan ranah gerak 4 lembaga ini. Mulai dari penyatuan persepsi untuk gerak sampai teknik gerak maka diusunglah penggabungan Dauroh Tingkat 1 dari setiap fakultas menjadi ISLAH melalui proses syuro (rapat). Untuk lebih jelasnya apa itu Dauroh Tingkat 1 akan di jelaskan di paragraf selanjutnya.

 ISLAH merupakan bagian dari keberlangsungan generasi kader Al-Fath, proses regenerasi, yang dijelaskan dalam Pola Umum Kaderisasi (PUK) Al-Fath hasil kongres besar atau disebut Mukmatar. Karena prosesnya yang bertujuan untuk membentuk basis penggerak dalam roda da’wah kampus maka didesainlah suatu simulasi untuk merangsang dalam interval 1 semester kepada peserta ISLAH yang telah terdaftar untuk menerima materi dan menjalani proses pembentukan kader da’wah kampus sehingga terjadi upgrade level dari level simpatisan menjadi level penggerak da’wah kampus. Hal ini menjadi agenda prioritas dalam area kaderisasi karena bagian yang akan menjamin berlangsungnya da’wah kampus sampai generasi selanjutnya, serah terima tongkat estafet sebagai bagian yang wajib keberadaannya. ISLAH menurut yang tertera dalam PUK adalah Dauroh Tingkat 1  yang merupakan proses menarik mahasiswa baru yang memiliki ketertarikan seputar pemahaman islam, berusaha memperbaiki dan membentengi diri dari arus kulturisasi yang berusaha mereduksi nilai-nilai keislaman masa kini, menjadikan status mahasiswa baru yang terdaftar sebagai peserta ISLAH untuk menjadi penggerak da’wah kampus yang akan menerima tongkat estafet da’wah kampus dari generasi sebelumnya sehingga menjamin hidupnya peradaban kampus yang madani. Untuk proses pendaftaran akan dimulai setelah proses orientasi mahasiswa baru dan publikasinya akan tersebar di media fisik berupa poster, panflet atau flyer, dan tersebar pula di media nonfisik seperti di media jejaring sosial.

ISLAH merupakan singkatan dari Islamic Motivation and Leadership Al-Fath yang akan dilaksanakan pada bulan September-November 2014 dengan beberapa rangkaian acara. Esensi yang tidak lepas dari apa yang dipaparkan pada paragraf sebelumnya dan dikemas dengan kegiatan membentuk jiwan kepemimpinan yang berasaskan islam, memecahkan permasalahan skala mikro maupun makro berlandaskan alquran, assunah, dan ijtihad para ulama. Mengikuti gaya kepemimpinan Rasululah dalam membimbing sahabat dan ummat, menjadi percontohan bagi pemimpin-pemimpin dunia saat ini bahwa sosok ideal pemimpin yang pernah  lahir ialah Rasulullah SAW, maka dari itu ISLAH adalah kegiatan yang mencoba untuk membimbing mahasiswa baru untuk mencoba mendekati cara-cara memimpin Rasululullah. Dengan kegiatan kegiatan yang insyaAllah membekali mahasiswa baru berupa materi-materi seputar keislaman, pembentukan diri, sharing and learning experience dari sosok-sosok luar biasa kampus, proyek sosial untuk kebaikan masyarakat, outbound untuk mengasah strategi dalam jiwa leadership. Seperti yang dipaparkan pula kegiatan ini dikhususkan untuk mahasiswa-mahasiswi muslim angkatan 2014 semua fakultas dan tujuannya untuk membentuk jiwa kepemimpinan Islam kepada peserta, menjaga keberlangsungan da’wah kampus dengan proses pembentukan basis penggerak da’wah, dan mewujudkan peradaban madani di Telkom University.

Mari kita sama-sama berusaha menyadarkan diri kita kembali, menampar diri dari tidur dan khayalan yang panjang ini, berusaha bangun dari sifat kekanak-kanakan dan masa bodoh bahwa kita tidak hanya butuh presiden untuk memimpin negeri ini, kita tidak hanya butuh perdana menteri untuk menggerakkan roda pemerintahan, kita tidak hanya butuh raja sebagai pemangku tahta kekuasaan otoriter namun kita butuh setiap pribadi yang bisa menjadi pemimpin, yang menyimpan potensi sebagai pemimpin masa depan, yang saat ini sedang men-charge jiwa kepemimpinannya untuk kemudian hari akan hadir menjadi solusi, kita butuh pemuda yang minimal bisa memimpin dirinya, menjadi pengatur dan berkuasa atas dirinya sebagai amanah dari Allah, dan pemuda yang dikatakan Ir.Soekarno sebagai pengguncang dunia. Jadilah pengguncang dunia, jadilah yang akan menjadi saksi sejarah dan pelaku sejarah yang namanya akan tertoreh pada lembaran-lembaran sejarawan, yang namanya akan menjadi bahan perbincangan dalam diskusi intelek sebagai sosok panutan, nama yang akan diperbincangkan siswa-siswa di kelas dalam salah satu mata pelajaran, dan nama yang akan akan disimpan oleh Allah sebagai nama yang senantiasa memperjuangkan agama Allah.

(Khaerul Amri/paw)

Keyword(s) : , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *