Mengenal ‘Wahyu-Iwan’, Pasangan Calon Nomor Urut 1 Pemira Tel-U 2017

Bandung, Students Tel-U – Dalam beberapa hari ke depan akan dilangsungkan Pemilihan Raya (Pemira) di Telkom University. Berlangsungnya Pemira ini, seluruh mahasiswa berhak untuk memilih calon presiden mahasiswa dan wakilnya, serta calon anggota DPM independen.

Setiap pasangan calon telah melakukan kampanye, baik monologis maupun dialogis agar mahasiswa sendiri bisa mengenal siapakah mereka dan apa saja yang akan mereka lakukan untuk Telkom University yang lebih baik lagi. Pada Selasa (28/11), Students Tel-U berkesempatan untuk menemui pasangan calon dengan nomor urut 1, M. Wahyu Yusran (S1 Teknik Industri 2014) dan Kurniawan Setyo Budi (D3 Teknik Telekomunikasi 2014 – Ekstensi S1 Teknik Telekomunikasi 2017).

bem kema tel-u

Foto: OA Adarma Sendi Akara #1

1. Apa tag line dari pasangan calon nomor urut 1 ini?

Tag line untuk pasangan calon nomor urut 1 ini adalah Adarma Sendi Akara, yang berarti bersama mewujudkan perubahan. “Kami melihat keresehan-keresahan yang ada di internal maupun eksternal, dan kami merasa harus bertanggung jawab untuk merubah itu semua,” jelas calon presiden mahasiswa yang akrab disapa Wahyu itu kepada Students Tel-U.

2. Visi dan misi dari pasangan calon nomor urut 1 ini, apa sih?

“Visi kami sendiri adalah terwujudnya KEMA Tel-U ini yang berdaulat, semangat berkarya, dan selaras dalam bergerak untuk almamater dan bangsa Indonesia,” jelas Wahyu. Untuk misinya adalah sebagai berikut:

  • Mewujudkan internal organisasi yang solid, kondusif, dan hadir di tengah-tengah mahasiswa dan masyarakat.
  • Mewujudkan BEM KEMA Tel-U yang independen dan menjunjung tinggi semangat profesional.
  • Menciptakan BEM KEMA Tel-U yang cepat tanggap dan solutif memperjuangkan hak-hak mahasiswa
  • Mewujudkan BEM KEMA Tel-U yang aspiratif & menciptakan ruang-ruang diskusi untuk civitas academica Tel-U
  • Membangun keselarasan gerakan untuk proaktif mengawal isu-isu strategis dalam internal kampus dan pergerakan nasional

3. Apa program kerja yang akan Anda buat?

“Sebenarnya fokus kita bukan pada program kerja, sih. Event-event hanya jadi tambahan saja. Menurut kami yang menjadi PR besar adalah bagaimana mahasiswa bisa peduli terhadap BEM, himpunan, maupun UKM. Karena kami melihat, mahasiswa takut sekali dengan kampus, dan beranggapan bahwa politik itu jelek. Oleh karena itu, solusinya adalah kami harus terjun kepada mereka untuk menumbuhkan keselarasan, menyiapkan komponen-komponen siap dan aktif untuk kemajuan Telkom University dan bangsa Indonesia,” tutur Iwan, sang calon wakil presiden mahasiswa.

“Bisa juga dengan membuat diskusi, kemudian dari situlah akan muncul karya-karya yang diejawantahkan,” lanjut Wahyu.

4. Bagaimana cara Anda untuk membentuk awareness terhadap mahasiswa yag apatis dan kurang peduli terhadap politik kampus?

“Tentunya dengan penyampaian informasi yang harus cepat. Oleh karena itu, kami masifkan semua, seperti di Official Account BEM dan kami berusaha untuk sebar informasi hingga ke kanal-kanal, baik mahasiswa yang tergabung dalam ormawa, maupun apatis,” jelas Wahyu lagi.

5. Track record dari pasangan calon ini, maupun dari masing-masing calon ketua dan wakil, apa saja ya?

“Untuk kami berdua, track recordnya adalah kami sudah berpengalaman di BEM KEMA, dan pernah jadi menteri di sana. Dengan pengalaman yang lalu merupakan modal buat kami untuk mencalonkan diri,” kata Wahyu. Iwan pun menyampaikan pula bahwa dengan posisi dirinya yang dulu di internal dan pasangannya di eksternal merupakan perpaduan yang sangat luar biasa. (baca juga Yuk Kenalan dengan Capresma & Cawapresma Telkom University)

6. Bagaimana pandangan Anda mengenai penerapan politik berlandaskan luber jurdil di Pemira tahun ini?

“Menurut saya, penerapannya sudah cukup bagus dan masih aman aman saja sebab panitia yang “tertutup” tidak menimbulkan interfensi sampai ke luar,” kata Iwan.

“Hal utama yang kami kedepankan adalah kejujuran, dan kami siap untuk kalah, dan kami berusaha untuk sesuai jalur,” tambah Wahyu.

7. Apakah ada sesuatu berupa kontribusi untuk Telkom University?

“Kalau dari saya sih, saya pernah menjadi ketua himpunan dan saya berusaha keras untuk menaikan angka lulusan sebesar 60%. Dari situ saya berkolaborasi dengan pihak program studi, dan memberi ruang belajar dengan membantu mereka agar tidak terancam dari DO atau ujian khusus. Intinya sih lebih mengajarkan ilmu-ilmu yang secara tidak langsung sudah menjadi bentuk kontribusi untuk Telkom,” jelas Iwan yang kini tengah menjadi asisten laboratorium telekomunikasi data. Iwan pun menambahkan jika kontribusi mereka yang sama adalah pernah tergabung di BEM KEMA Tel-U.

“Saya kebetulan atlet Riverside, dan pernah dua kali mengikuti lomba nasional juga kompetisi di kampus-kampus lain. Lalu, sewaktu saya ada di bagian eksternal ini, saya jadi representasi bagi Telkom University saat berhubungan dengan lembaga startegis lain atau ke kampus lain,” tutur Wahyu dengan percaya diri.

8. Apa saja yang telah Anda lakukan di poin ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi?

“Kami berdua pernah ada di posisi dimana Iwan menjadi ketua himpunan dan saya diposisikan di bagian eksternal, yang mana butuh berhubungan dengan masyarakat. Dari hubungan masyarakat itu, kami ada di posisi penyambung lidah rakyat. Untuk pengabdian, ya minimal di lingkungan kampus, seperti membantu dikala banjir, membuat gorong-gorong, mengedukasi untuk membuang sampah. Akan ada saatnya pengabdian itu melebar hingga ke Indonesia,” tutur Wahyu.

 

9. Jika seandainya ada sesuatu keluar atau rilis dari pihak kampus yang ditentang oleh mahasiswa, misalnya kasus KTM atau SK Rektor, apa langkah yang akan ditempuh?

“Jika ada hal-hal yang seperti itu lagi, kami akan kaji kembali bersama-sama. Menurut kami, keberhasilan dalam mengatasi masalah seperti tadi butuh data dan gerakan yang dibangun bersama. Kemudian membuat kajian, audiensi, dan melibatkan mahasiswa,” tutur Wahyu lagi.

10. Jika Anda ditemukan melakukan kecurangan selama Pemira ini, apa yang akan Anda lakukan?

“Jika kami berdua didapati melakukan kecurangan, kami akan mencari tahu dulu apakah benar-benar melakukan kecurangan atau kondisi dari luar untuk menjatuhkan satu pihak,” tukas Iwan memberi tanggapan. Wahyu juga menambahkan jika mereka didapati kecurangan, mereka akan siap untuk mengikuti prosedur dari BPR dan KPR.

11. Bisa naik ke kursi Pemira ini dukungan dari siapa saja?

“Kami mencoba naik ya karena keresahan yang datang dan memulai dari kelompok dengan lingkup yang kecil,” kata Iwan yang dulunya merupakan ketua Himpunan D3 Teknik Telekomunikasi.

“Kalau dukungan ya datang dari teman-teman mahasiswa, juga dari teman-teman dan keluarga,” sambung Wahyu.

12. Bagaimana cara Anda meyakinkan mahasiswa untuk memilih nomor 1?

“Kami sudah pernah mengatasi beberapa keresahan yang ada di sekitar. Kami juga sama-sama menempuh dari bawah, dan kami tahu tekanan apa saja yang datang. Pilih pemimpin yang sudah tahan uji dengan tekanan dan berkomitmen,” tutup Wahyu diikuti Iwan.

Jangan lupa intip wawancara dengan pasangan lainnya di Mengenal ‘Fathur-Adli’, Pasangan Calon Nomor Urut 2 Pemira Tel-U 2017 yaaa.

Sudah yakin dengan kredibilitas dari pasangan calon presiden dan wakil presiden mahasiswa BEM Kema Tel-U? Jadi, saatnya kamu menjadi pemilih cerdas dan siap menjadi saksi untuk Pemira 2017. (KAS/DE)

Keyword(s) : , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *