Mengenal ‘Fathur-Adli’, Pasangan Calon Nomor Urut 2 Pemira Tel-U 2017

Bandung, Students Tel-U – Puncak pesta demokrasi semakin dekat. Setiap pasangan calon presma dan cawapresma telah melakukan kampanye baik monologis dan dialogis untuk mengenalkan dan menyampaikan visi misi kepada seluruh mahasiswa Telkom University.

Untuk itu, Kru Students Tel-U berkesempatan menemui Fathur Rachman Rasyid, Calon Presiden Mahasiswa Nomor Urut 2 pada hari selasa (28/11). Mahasiswa S1 Desain Komunikasi Visual Fakultas Industri Kreatif ini membagi beberapa pemikirannya melalui wawancara di bawah ini.

pemira

Foto: OA #2 Fathur-Adli

 1. Apa tag line dari pasangan calon nomor urut 2 ini?

Tag line kita adalah Titik Temu. Maksud titik temu disini adalah kalau kita mau bersinergi pasti ada satu titik pusat yang menyatukan semuanya. Kita bermaksud buat jadi pertemuan dari titik-titik lainnya, menjadi penyambung dengan yang lainnya gitu.

2. Visi dan misi pasangan calon nomor urut 2 ini, apa sih?

Visi kami yaitu mewujudkan KEMA Tel-U yang kolaboratif dalam menghadirkan solusi kreatif bagi almamater, masyarakat dan Indonesia.

Untuk Misi sebagai berikut :

  • Mengoptimalkan kualitas dan potensi seluruh BEM KEMA Tel-U
  • Menyinergikan antar elemen kampus dalam meningkatkan kesejahteraan KEMA Tel-U
  • Responsif terhadap dinamika sosial, politik dan teknologi informasi

 3. Apa program kerja yang akan Paslon 2 (Fathur-Adli) kerjakan jika terpilih?

Ada beberapa hal yang jadi gerak kita nanti, salah satunya mengangkat poin sinergi di visi kita. Nah, poin sinergi ini kita coba terapkan ketika berjalannya program, itu bentukan-bentukannya akan dibuat tim-tim khusus dari beberapa kementrian nantinya yang melibatkan keluarga mahasiswa. Nanti akan ada semacam rekruitasi untuk tim khusus itu dan teman-teman keluarga mahasiswa bisa terlibat di dalam situ.

Jadi kemungkinan tim khusus itu tidak dari BEM sebelumnya?

Iya, jadi tim khusus itu tidak melibatkan BEM saja, tapi melibatkan teman-teman ormawa dan teman-teman mahasiswa. Gimana pun juga, kita ada berbagai sudut pandang dan itu yang harusnya ditemukan menjadi titik temu. Itu yang nanti coba dibentuk.

Terus, apa lagi kira-kira program kerja yang akan dilakukan?

Kita akan branding isu teknologi informasi. Namanya belum rampung tetapi gambarannya ekspedisi digital. Ekspedisi digital ini akan diterapkan dalam desa-desa dimana sejauh mana mereka membutuhkan teknologi informasi yang akan dikembangkan di desa di lingkungan Telkom University. Kami terinspirasi dari desa yang ada di Banten.

4. Isu-isu politik dan pemira di kampus membuat mahasiswa malas dan tidak aware akan itu. Bagaimana caranya agar mahasiswa aware akan isu itu?

Sebenarnya coba kita cari masalahnya di mana. Kenapa stigmanya politik itu kesannya kotor, banyak drama, dan terlalu banyak janji manis. Ada survei yang datanya ‘kenapa mahasiswa apatis’ karena malas dengan janji manis. Makanya, kita coba tawarkan memang tidak banyak mengambil langkah-langkah yang bentuknya semacam janji manis. Yang kita tawarkan seperti tadi, bermain di media sosial dan desain-desain dan itu menggambarkan politik yang asik. Kita juga membuat QnA, menampung pertanyaan-pertanyaan di official account LINE. Sebenarnya, politik tidak sekotor dan sedrama itu. Makanya kita coba membangun dengan pola-pola yang kreatif.

5. Apa aja sih track record dari pasangan calon ini, maupun dari masing-masing calon?

Untuk track record sudah kami cantumkan di OA kita. (baca juga Yuk Kenalan dengan Capresma & Cawapresma Telkom University)

6. Apakah kalian menerapkan asas pemilu (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil) di pemira kali ini?

Kami main fair, main jujur. Aturan dari KPR, kita menyesuaikan. Seperti kampanye di FIT, yaudah kami di FIT. Di GKU, yaudah kami di GKU. Jadi kita main enak aja, lah. Lagi pula, jika kita sebagai mahasiswa memang peduli dan mau ngasih yang terbaik buat kampus, gak harus mencari kursi (Presiden Mahasiswa) itu.

7. Mahasiswa Tel-U mungkin bertanya-tanya, apa sih, kontribusi apa yang Fathur pernah berikan ke kampus selama ini?

Aku terlibat di PEKA (Pekan Keamanan) dan PEKA kemarin, kita fokusnya di parkiran. Alhamdulillah, sejauh ini responnya positif (mengenai PEKA) setidaknya parkiran sudah tidak terlalu berantakan lagi.

Kemarin juga pas di Departemen Advokasi BEM FIK sempat ada beberapa mahasiswa FIK yang terancam DO karena bermasalah di akademik di semester 1. Nah disitu kita coba mencari solusi dengan berbicara dengan dosen, wali dosen, wakil dekan untuk memecahkan permasalah. Dengan diskusi-diskusi akhirnya kita berhasil menyelesaikan masalah itu.

8. Apa saja yang telah Anda lakukan di poin ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi?

Kita sempat ngobrol sama warga yang kebetulan Pak RW ada program KoTaKu yaitu Kota Tanpa Kumuh. Beliau ingin gang di bikin mural, digambar gitu biar kesannya gak kumuh dan enak dilihat. Ini belum terlaksana sih karena masih proses hubungin anak-anak gitu.

Untuk segi pendidikan mungkin kita ingin mengoptimalkan Telkom Mengajar dan Laziz di Syamsul Ulum dalam segi belajar mengajar kepada anak-anak di sekitar sini.

9. Jika seandainya ada sesuatu keluar atau rilis dari pihak kampus yang ditentang oleh mahasiswa, misalnya kasus KTM atau SK Rektor, apa langkah yang akan ditempuh?

Ada dua hal yang akan kita perhatikan disini. Pertama, apakah kebijakan ini layak dan akan dikaji oleh tim khusus kami bagaimana baiknya ke depannya.

Kedua kita tinjau dari kondisi mahasiswanya. Oke, memang KTM dendanya mahal sampai Rp 200.000. Tapi kita tinjau tapi dari segi kampus karena masalahnya adalah kekhawatiran pihak kampus jika KTM hilang. Kalau KTM hilang bukan cuma identitas pihak kampus tetapi identitas mahasiswa bisa disalahgunakan.

Untuk solusinya agar Rp 200.000 tersebut tidak jadi denda, mungkin lebih dikasih pembekalan kalung atau strap agar gak hilang. Kita tetap ngepush apakah kebijakan ini layak atau  merugikan mahasiswa. Kita tetap mengusahakan solusi untuk permasalahan ini.

Untuk tranparansi uang Rp 200.000 ini juga akan kita coba bahas kelanjutannya bersama tim khusus.

10. Jika Anda ditemukan melakukan kecurangan selama Pemira ini, apa yang akan Anda lakukan?

Bingung juga karena kita gak kepikiran buat curang sih. Kalau ditanya antisipasi ada yang menyudutkan kalau kita curang ya kita senyumin aja. Kita balik lagi sih kita gak ambisius untuk kursi presma. Yang jelas kita gak kepikiran untuk curang dan dituduh curang.

Terus kalau memang dituduh curang, kita juga kroscek data dan yang paling penting kita berharap kebijakan KPR dan BPR bisa netral dan disikapi dengan bijak.

11. Bisa naik ke kursi Pemira ini dukungan dari siapa saja?

Saya tidak begitu ambisius untuk menjadi presma. Kondisi lingkungan sekarang mendorong saya untuk maju. Terus teman-teman saya yang memberikan nasihat dan mendorong saya untuk maju ke Pemira ini. Keluarga juga mendukung keputusan saya.

12. Bagaimana cara Anda meyakinkan mahasiswa untuk memilih nomor 2?

Saya gak berharap teman-teman untuk memilih saya. Teman-teman bisa menilai dan apa yang teman-teman rasakan itu baik, mampu memangku amanah yang besar di kursi presiden mahasiswa. Dan saya berharap apa yang teman-teman pilih bisa berdampak besar untuk Telkom University yang lebih baik lagi.

 

Sayangnya dalam kesempatan ini, pendamping Fathur dalam Pemira yaitu Ahmad Adli berhalangan datang sehingga hanya Fathur yang mewakili. Jadi, sudah tahu dan kenal dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden mahasiswa? Jangan lupa baca Mengenal ‘Wahyu-Iwan’, Pasangan Calon Nomor Urut 1 Pemira Tel-U 2017 juga ya.

Sudah yakin dengan kredibilitas dari pasangan calon presiden dan wakil presiden mahasiswa BEM Kema Tel-U? Saatnya kamu menjadi pemilih cerdas dan siap menjadi saksi untuk Pemira 2017.

(AUD/RAY/KAS)

Keyword(s) : , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *