Mau Magang/Kerja, Udah Bikin CV?

Bandung, Students Tel-U – Curriculum Vitae atau biasa disingkat CV, merupakan sesuatu yang menjadi representasi dari diri kita. Tidak jarang ketika kita melamar pekerjaan, perusahaan akan meminta melampirkan CV dalam surat lamarannya, karena dari CV inilah perusahaan tersebut bisa mengetahui biodata, riwayat, kemampuan, dan pengalaman kita. Namun, apakah CV yang telah kita buat sudah “layak”? Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat CV, let’s check it out!

  • Kelengkapan dan Relevansi Data
    Yup, data yang ditulis di dalam CV harus lengkap, karena dari sinilah perusahaan dapat melihat tentang diri kita. Umumnya, pada CV dicantumkan data-data sebagai berikut :
  1. Biodata
    Sertakan nama lengkap, kontak hp maupun e-mail, alamat domisili, tempat dan tanggal lahir, dan sebagainya. Untuk riwayat penyakit tidak perlu kita cantumkan.
  2. Riwayat Pendidikan (formal/non-formal)
    Untuk pendidikan formal, cukup sertakan pendidikan terakhir serta nilainya. Misal; “Desain Komunikasi Visual Telkom University, 2012-2016 | IPK : 3.5”.
  3. Pengalaman Magang/Bekerja
    Buat yang sudah pernah mengikuti magang atau bekerja, bisa juga dicantumkan di CV.
  4. Pengalaman Pelatihan
    Pelatihan, bisa berupa hardskill maupun softskill.
  5. Pengalaman Organisasi
    Buat yang aktif berorganisasi, bisa dicantumkan nama organisasinya, masa bakti, dan jabatannya.
  6. Hardskill dan Softskill
    Semua skill kita, misalkan kita bisa mengoperasikan Adobe, Office, mempunyai kemampuan berkomunikasi serta bekerja dalam tim, bisa kita cantumkan, disarankan beserta tingkatnya. Misal; Adobe Photoshop 85%, Adobe Illustrator 70%, dst. Jika kita memiliki keterampilan namun masih bisa dibilang basic, tidak mengapa kalau kita cantumkan juga di sini.
  7. Hobi dan Passion
    Hobi dan passion, bahkan quote kita juga bisa dimasukan di sini. Hal ini supaya perusahaan bisa mengenal kita dengan lebih spesifik.
  8. Pernyataan (validitas CV tersebut)
    Opsional, namun bisa kita cantumkan. Contoh; “Curriculum Vitae ini saya buat untuk digunakan sebagaimana mestinya”, diikuti dengan tanda tangan sang penyusun.
    Ketika kita membuat CV, tulislah data dengan selengkap mungkin. Namun, data yang dicantumkan juga harus relevan dengan bidang perusahaan yang akan kita lamar. Ga lucu kan, kalau perusahaan yang kita lamar adalah perusahaan IT Support, tapi kita nulis di CVnya detail tentang skill masak? Hehe
  • Jangan Monoton!
    Curriculum Vitae yang kita buat janganlah monoton, dalam artian; buatlah CV yang semenarik mungkin. Ingatlah bahwa CV merupakan representasi dari diri kita, oleh karena itu buatlah desain CV yang benar-benar sesuai dengan pribadi kita.
    Bagaimana dengan perusahaan yang meminta CV formal (bukan CV kreatif)? Meskipun perusahaan meminta CV yang formal, bukan berarti kita harus membuat yang standar-standar saja kan?
  • Unik dan Estetis
    Estetis, nyaman dilihat. Gunakan font yang nyaman dan mudah dibaca. Gunakan ukuran font yang mudah dilihat, hindari penggunaan lebih dari 3 jenis font, begitu juga dengan pemilihan warnanya. Perhatikan juga spacing dari tiap tulisan, sebisa mungkin berikan jarak yang sama pada tiap tulisan/paragraf.
    Buatlah CV yang unik. Unik dengan artian “tidak biasa”. Misal; kita mau melamar ke perusahaan desain web, bolehlah kita kirimkan CV yang dibuat dengan menggunakan HTML.
    Kuncinya, buatlah CV dengan visual yang menarik, yang bisa membuat HRD tertarik untuk membaca keseluruhan CV kita. Ingat, bagian HRD hanya memiliki waktu yang sedikit untuk memeriksa surat lamaran, dikarenakan jumlah pelamar yang banyak.
  • Keep it Simple!
    Keep. It. Simple. Buatlah CV dengan sesimpel mungkin, namun tetap estetis tanpa mengurangi kelengkapan datanya. Untuk kontennya pun demikian, langsung to the point saja. Jangan membuat cerpen di dalam CV kita. Hehe
    Untuk pemilihan bahasa, boleh kita gunakan Indonesia maupun Inggris (disesuaikan dengan perusahaannya). Namun perlu diingat, jangan “mencampur bahasa”. Misal jika kita membuat CV yang berbahasa inggris, jangan mencampurnya dengan bahasa Indonesia. Bagaimana dengan nama himpunan atau organisasi yang berbahasa Indonesia pada CV yang berbahasa Inggris? Untuk nama, tetap gunakan nama asli, tidak perlu ditranslate. Namun untuk jenisnya, seperti misal “Badan Eksekutif mahasiswa”, bisa dituliskan dengan “Student Executive Board”, dlsb.
    Perhatikan juga jumlah halaman yang digunakan. Jangan membuat CV dengan jumlah halaman yang terlalu banyak, gunakan bidang yang ada dengan seefisien mungkin.
  • Sertakan Dokumen Pendukung
    Kita bisa melampirkan beberapa dokumen pendukung yang bisa menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan yang kita lamar. Beberapa di antaranya adalah; transkrip nilai, sertifikat pelatihan, dll.

Tidak ada CV yang jelek. Yang ada adalah CV tersebut tepat atau tidak. Kita bisa menyusun CV yang sesuai dengan perusahaan yang akan kita lamar, tidak hanya segi visual namun juga kontennya yang harus tepat sasaran.

Untuk membuat Curriculum Vitae, gunakanlah aplikasi yang kita kuasai. Ga perlu ngotot harus bikin CV pakai Photoshop atau Illustrator, padahal kita cuma bisa pakai Word. Membuat CV dengan menggunakan Word juga ga kalah kok dengan yang menggunakan aplikasi khusus grafis asal ya itu tadi, CVnya harus tepat sasaran.

(Mfc)

Keyword(s) : , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *