Makna di Balik Lagu “Halo – Halo Bandung” yang Menyimpan Sejarah Bandung Lautan Api

Bandung, Students TelU – Sejak  masih duduk di bangku sekolah, pasti kita tidak asing lagi dengan lagu Halo-Halo Bandung yang sering dinyanyikan saat upacara bendera setiap senin pagi. Lagu wajib nasional ini biasanya dipilih karena lirik nya yang pendek dan mudah dilafalkan bagi siswa yang memiliki suara sumbang di dalam kelompok paduan suara. Namun, dengan lirik yang pendek dan mudah dilafalkan, lagu ini ternyata mempunyai makna dari peristiwa Bandung Lautan Api.

Peristiwa yang terjadi 24 Maret 1945 di Bandung menjadi salah satu tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Tentara Republik Indonesia (TRI) dengan laskar-laskar pemuda menghadapi pasukan sekutu setelah Kekaisaran Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia ke-2. Awalnya, pasukan sekutu yang bernama AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) masuk ke dalam wilayah Indonesia untuk membebaskan tentara sekutu dari tahanan Tentara Kekaisaran Jepang dan melucuti sisa tentara Kekaisaran Jepang. Di tengah jalan Belanda dengan perpanjangan tangan NICA (Nederlandsch Indische Civiele Administratie) membonceng sekutu ingin merebut kembali bekas wilayah jajahannya di Hindia Belanda.

Pasukan sekutu yang datang ke Bandung sebagian besar pasukan Inggris dan sedikit pasukan Belanda diserang oleh para pejuang Indonesia pada tanggal 21 November 1945 di Hotel Savoy Homann dan Hotel Preanger yang saat itu menjadi lokasi sekutu tinggal. Karna serangan itu, Kolonel McDonald memberikan ultimatum kepada Indonesia untuk mengosongkan Bandung Utara, ultimatum itu tidak diikuti oleh penduduk maupun militer Indonesia dan pos-pos militer sekutu diserang oleh militer Indonesia.

Lalu pada tanggal 17 Maret 1946 Sutan Sjahir sebagai Perdana Menteri Indonesia diberi ultimatum oleh Panglima Tertinggi AFNEI agar militer Indonesia ditarik keluar dari kota Bandung. Sutan Sjahrir lebih ingin menyelamatkan Indonesia yang belum setahun usianya melalui jalur diplomasi karena militer Indonesia setelah kemerdekaan belum cukup mampu menghadapi pendudukan sekutu dan Kolonel Abdul Haris Nasution ingin bertahan di Bandung dengan posisi sebagai Komandan Divisi III Siliwangi yang ingin tetap bertahan di Bandung. Mereka mencapai jalan tengah dengan mengungsikan warga dan membumihanguskan Bandung agar sekutu tidak dimanfaatkan bangunan yang ada di Kota Bandung. Warga sipil mulai diungsikan ke luar Bandung mulai tanggal 23 Maret 1945. Ketika warga sipil aman, Kota Bandung mulai dibumihanguskan di malam hari.

Dampak dari pembumihangusan Kota Bandung, sekutu dapat menguasai kota namun tidak dapat memanfaatkan apapun yang ada karena telah hancur. Kota Bandung yang strategis sebagai basis militer gagal dimanfaatkan oleh sekutu karena sumber daya yang ada telah hangus akibat peristiwa Bandung Lautan Api. Peristiwa yang menjadi latar dalam lagu Halo-Halo Bandung yang singkat ternyata menyimpan memori yang sangat panjang dan bermakna dalam mempertahankan eksistensi awal Republik Indonesia dari masa pendudukan sekutu dan Belanda. (ADS)

Keyword(s) : , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *