Lagi, 3 Pencurian Kendaraan Bermotor Terjadi di Asrama

Bandung, STUDENTS-Pencurian kendaraan bermotor kembali terjadi di lingkungan asrama putra Telkom University. Kali ini pencurian berhasil digagalkan oleh aksi cepat tanggap petugas keamanan asrama yang berjaga pada sekitar pukul 19.00 WIB, hari Sabtu (18/10).

Tidak tanggung-tanggung, pelaku berhasil merusak slot kunci kendaraan pada motor korban. Sepeda motor pertama diketahui milik Mohamad Zulfikar Hafiz berjenis Ninja dengan warna merah bernomor polisi H 4177 AIG. Korban yang merupakan mahasiswa aktif jurusan Desain Komunikasi Visual mengaku mengalami kerusakan pada bagian kontak motornya. Masih dengan jenis kendaraan yang sama, sepeda motor kedua bernomor polisi B 6052 SWK dengan warna identik hijau, dan D 3500 QO dengan warna hitam. Ketiga kendaraan tersebut kini masih berada dalam pengawasan pihak asrama untuk kemudian diserahkan ke Polsek Dayeuhkolot sebagai barang bukti.

Ketiga motor yang akan dibawa oleh pelaku, oleh : Erf

Kronologis bermula ketika terlihat seseorang laki-laki setengah baya yang lalu lalang disekitar parkir motor ‘liar’ di kawasan asrama dengan gelagat mencurigakan. Pelaku berinisial ‘H’ yang kini diamankan di polsek Dayeuhkolot tadinya menjajal ketiga motor tersebut dengan beberapa alat yang sudah disiapkan, namun alat patah dan operasi curanmor yang dilakukannya gagal.

Identifikasi yang dapat dilihat adalah rusaknya sistem kontak pada ketiga motor tersebut. Berdasarkan keterangan dari satpam asrama yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa, “Ketika didekati oleh petugas keamanan asrama pelaku mencoba melarikan diri kearah Telkom University Convention Hall sambil membuang barang bukti ke rerumputan. Pelaku yang berhasil ditangkap berdalih bahwa dirinya hanya lewat dan mengaku sedang linglung”.

Suasana saat pelaku dibawa ke Polsek Dayeuhkolot, Sumber : paw

Meski demikian, H berhasil diamankan di kantor asrama sebelum dibawa ke polsek. Petugas berhasil menemukan barang bukti yang tercecer disekitar rerumputan gedung TUCH.

Barang bukti yang digunakan pelaku, Sumber : satpam asrama

Jika terbukti bersalah, H yang kini mendekam di Polsek Dayeuhkolot akan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara. Namun hal ini masih menunggu keterangan saksi dan barang bukti terkait. Hingga Minggu (19/10) pagi ini, polisi masih berupaya mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi dan korban.

Pelaku yang sudah berhasil diamankan di Polsek Dayeuhkolot. *Foto diedit atas dasar KEJ, Sumber : satpam asrama

Kejadian ini sekaligus menjadi penegas, jika mahasiswa baru tidak diperkenankan membawa kendaraan bermotor baik dikawasan asrama dan kampus. Mengingat maraknya aksi curanmor, kami mengimbau agar menaati beberapa peraturan yang ada dan memperhatikan tips berikut ini :

  • Tingkatkan kewaspadaan anda ketika hendak meninggalkan atau memarkir kendaraan di lokasi-lokasi yang minim pengawasan.
  • Usahakan agar selalu mengunci ganda kendaraan motor yang anda parkir dan hindari memilih gembok dengan kunci pipih.
  • Jangan meninggalkan kendaraan dalam kondisi menyala dan kunci menggantung pada kontak kendaraan.
  • Patuhi dan taati aturan yang ada, demi kenyamanan bersama.

(ERF)

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *