Kisah Perjalanan Wajib Astacala ‘Step Into the Unknown’

Bandung, Students Tel-U – Tim Perjalanan Wajib Astacala kembali dengan selamat di stasiun Kiaracondong (1/5/2015) seusai melakukan pendakian Gn. Butak ( 2868 mdpl ) melalui jalur Gn. Pitrang-Sirah Kencong serta peliputan dan penelusuran sejarah di Desa Wisata Ritual Gn. Kawi tepatnya di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Malang, Jawa Timur.

Perjalanan wajib yang mengusung tema Step Into The Unknown ini beranggotakan 5 orang peserta dan 1 pendamping, antara lain M. Nuruzzamaniridha (D3TT 2012), Samuel Aditia (TT 2013), Ryan Aminullah (TT 2013), M. Arief Naibaho (IF 2012), Epo Ilham Ajiprasetyo (EL 2011), Dhiky Wahyu Santoso (EL 2011).

Perjalanan Wajib merupakan tahap terakhir dari rangkaian pendidikan lanjut anggota muda Astacala. Setelah melaksanan perjalanan wajib, barulah anggota muda Astacala dapat mengikuti sidang untuk menjadi anggota penuh. Proses persidangan dilakukan untuk menguji kematangan dan kelayakan dari anggota muda untuk menyandang status anggota penuh Astacala.

Perjalanan Wajib tahun ini memiliki misi dokumentasi, yaitu dalam bentuk video dan tulisan. Sepanjang perjalanan tim dituntut untuk meliput jalannya kegiatan. Mulai dari persiapan, keberangkatan, sosialisasi pedesaan ( Desa Wonosari ), awal pendakian ( Gn. Pitrang ), Puncak ( Gn. Butak ), sampai selesai pendakian ( Perkebunan Teh Sirah Kencong ).

Perkebunan Teh Sirah Kencong | Foto : Astacala

Perkebunan Teh Sirah Kencong | Foto : Astacala

Selama di Desa Wonosari tim mewawancarai orang-orang sekitar untuk mencari kepastian mengenai sejarah Desa Wonosari dan pesarean-nya yang dikeramatkan. Mulai dari pak kepala desa, penduduk sekitar, pengunjung, pengurus pesarean dan lain lain. Alhasil, tim perjalanan wajib Astacala berhasil mengkonfirmasi rumor-rumor yang beredar di internet dan merumuskan sejarah yang sebenarnya.

Pendakian Gn. Butak melalui Gn. Pitrang adalah pendakian dengan jalur terpendek namun paling berat dibandingkan jalur yang lain. Mulai dari titik awal pendakian, tim perjalanan wajib dihadapkan dengan tanjakan terjal yang tak putus-putus sampai Puncak Pitrang. Setelah Puncak Pitrang, tim harus menempuh tiga puncak kecil, dua sabana dan sebuah hutan lumut untuk mencapai Gn. Butak.

Walaupun cukup melelahkan, pendakian melalui Gn. Pitrang cukup menyenangkan. Selain track yang vegetasinya terus berganti di setiap titik, pemandangan yang indah juga mengiringi sepanjang jalur pendakian. Selain itu jalur pendakian terlihat bersih dan natural mengingat tidak banyak orang yang mendaki melalui jalur ini.

Arjuno Welirang | Foto : Astacala

Arjuno Welirang | Foto : Astacala

Memasuki kawasan Gn. Butak, sebuah sabana yang luasnya sekitar 50 ha mulai terlihat. Di Sabana ini terdapat dua buah mata air yang disebut sendang. Puncak Butak tidak kalah indah dibandingkan puncak gunung lain. Dari atas sana kita bisa melihat gunung Arjuno-Welirang, Pegunungan Bromo-Tengger dan Semeru, Gunung Kelud di Blitar dan Gunung Lawu di kejauhan.

Bromo-Tengger-Semeru | Foto : Astacala

Bromo-Tengger-Semeru | Foto : Astacala

Hasil dari perjalanan ini akan dituangkan menjadi sebuah video dokumenter yang bertajuk “Step Into the Unknown” dan juga dituangkan kedalam sebuah majalah bertajuk serupa. Majalah dan video tersebut nantinya akan di publikasikan di channel youtube Astacala. Juga dapat di download dalam bentuk E-book pada website astacala.org yang dikelola oleh Astacala.

 

Ditulis oleh : Ryan Aminullah

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *