[Students Journalism] Jaga Kondisi Fisik Agar Mudik Tetap Asik

Jaga Kondisi Fisik Agar Mudik Tetap Asik

Oleh : Donie Hulalata, mahasiswa Ilmu Komunikasi-FKB Universitas Telkom

“Lebaran sebentar lagi…”

Ingat sepenggal lagu di atas ? Lagu tersebut biasa dinyanyikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Di Indonesia, Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut Lebaran merupakan tradisi masyarakat yang kini menjadi budaya. Momen lebaran menjadi ajang silahturahim seseorang dengan sanak keluarga di kampung halaman. Hal ini yang kita kenal dengan mudik.

Secara harfiah, mudik merupakan kata kerja me-udik. Atau yang berarti melakukan perjalanan ke kampung halaman-udik dalam bahasa betawi berarti kampung-tempat seseorang berasal. Pada saat inilah hampir seluruh masyarakat Indonesia yang beragama Islam ramai-ramai menuju kampung halaman dari tempat ia bekerja di kota-kota besar.

Khususnya di Pulau Jawa, arus mudik berawal dari kota Jakarta, Bandung dan Bogor. Dari titik awal ini pemudik biasa melakukan perjalanan menuju kota-kota di luar Pulau Jawa. Namun sebagian besar diantaranya menuju kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Jalur mudik menuju kota-kota di Jawa Barat hingga Jawa Timur ini umunya dibagi menjadi dua yaitu Jalur Pantai Utara (Pantura) dan Jalur Pantai Selatan (Jalur Selatan). Masing-masing jalur memiliki tujuan masing-masing kota yang hendak dituju. Jalur mudik tersebut juga memiliki karakter jalan yang berbeda. Misalnya jalur Pantura yang rata dan lurus minim tikungan, kemudian jalur Selatan yang memiliki karakter tikungan, tanjakan dan turunan. Pemudik sebaiknya perlu mengetahui dan memahami masing-masing karakter jalur mudik ini sebelum melakukan perjalanan.

Selain itu, ada beberapa hal yang selayaknya menjadi perhatian bagi para pemudik. Beberapa diantaranya tersaji dalam tips mudik berikut ini.

1. Kondisi Fisik yang Prima

Penuhi kebutuhan protein dan sayur saat makan sebelum melakukan mudik. Foto : Dok. Pribadi

Hal ini merupakan syarat utama yang harus dipenuhi bagi pemudik. Perjalanan mudik memungkinkan anda berkendara paling tidak enam sampai 12 jam perjalanan. Agar puasa tetap lancar, kondisi fisik saat mudik harus diperhatikan. Cukup istirahat, makan makanan bergizi dan penuh protein seperti sayur dan ikan merupakan hal yang mudab dilakukan. Serta cukupi asupan air saat malam hari agar tidak mengalami dehidrasi.

Ingat, jika anda mulai mengantuk saat mengendarai kendaraam, sebaiknya istirahat di posko mudik yang tersedia di sepanjang jalan.

2. Pastikan Kendaraan Sudah Siap ‘Tempur’

Servis kendaraan sebelum mudik agar tidak terjadi masalah saat mudik. Foto : Dok. Pribadi

Bagi anda yang menggunakan kendaraan pribadi baik motor atau mobil, melakukan servis sebelum melakukan mudik merupakan langkah yang tepat. Ganti oli, dan cek kondisi parts kendaraan anda agar tidak mengalami kendala dalam perjalanan. Konsultasi dengan mekanik dan memberitahukan tujuan anda untuk mudik adalah hal yang boleh dilakukan. Karena mekanik melakukan seting kendaraan anda untuk bisa melakukan perjalanan jauh.

3. Safety Riding First

Santun berkendara dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, agar terhindar dari kecelakaan saat mudik. Foto : Dok. Pribadi.

“Jadilah pelopor keselamatan berkendara”. Ingat slogan Polantas itu? Keselamatan berkendara merupakan kewajiban bagi setiap pengendara. Jika anda menggunakan mobil, pastikan seluruh penumpang menggunakan sabuk pengaman, gunakan lampu isyarat untuk menyalip kendaraan dan jangan lupa untuk menggunakan jalur kiri.

Bagi anda pengendara motor, pastikan jaket, sarung tangan dan helm SNI sudah melekat pada tubuh anda. Ada baiknya anda juga melengkapi jas hujan sebagai bawaan wajib anda. Jika anda berboncengan pastikan tidak melebihi batas maksimal boncengan sepeda motor, yaitu dua orang. Apalagi jika anda membawa barang yang banyak, hal ini merupakan syart mutlak safety riding!

Kemudian yang paling penting adalah mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Perhatikan marka jalan dan juga santun dalam berkendara. Hal ini perlu ditanamkan bagi para pemudik karena hampir 50% penduduk Indonesia akan tumpah ruah di jalan. Maka hargai sesama pengendara.

4. Berdoa dan Sabar

Macet akan sering ditemui oleh pemudik. Bersabar dan tetap santun dalam berkendara akan menjadi kebaikan anda. Foto : Dok. Pribadi

Sebagai makhluk agamis, sudah sebaiknya kita berdoa dalam setiap kegiatan, termasuk melakukan perjalanan mudik. Hal ini perlu karena Tuhan akan melindungi hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya.

 Selain itu, Tuhan akan selalu bersama orang sabar. Maka, waspada terhadap segala kondisi yang terjadi di jalan raya. Macet merupakan suplemen wajib yang harus dilalui pemudik. Dalam kondisi berpuasa ini merupakan ujian keimanan bagi kaum muslim. Sabar adalah solusi paling tepat untuk kondisi tersebut.

5. Pemudik Sosialis

Berbagi informasi kepada netizen lain melalui media sosial merupakan salah satu penggunaan media sosial yang bermanfaat. Foto : Dok. Pribadi

Saat ini tidak bisa dipungkiri kita sudah menjadi generasi digital. Lebih dari 40 juta penduduk Indonesia adalah pengguna Internet. Gadget anda pasti selalu dibawa kemanapun anda pergi, termasuk saat mudik. Manfaatkanlah gadget tersebut untuk hal-hal yang positif selama mudik.

Jangan lupa tren yang berkembang saat ini adalah citizen journalism. Siapa saja boleh menginformasikan segala bentuk bentuk berita secara langsung melalui media yang ada termasuk media sosial. Path, Twitter, Facebook, bahkan blog pribadi dapat anda gunakan sebagai media informasi.

Berbagilah informasi kepada netizen lain yang melakukan mudik. Laporan kondisi jalan, arus mudik, titik rawan macet dan rusak merupakan hal yang dibutuhkan oleh para pemudik. Indonesia menerapkan Bhineka Tunggal Ika. Keberagaman rakyatnya merupakan ciri khas bangsa Indonesia namun disatukan dengan semangat Pancasila. Maka dari itu, sebagai upaya mewujudkan sila nomor tiga Pancasila, Persatuan Indonesia, generasi digital seperti kita dapat melakukannya dengan berbagi informasi sesama pemudik.

Demikian beberapa tips yang dapat anda lakukan sebelum dan selama perjalanan mudik. Hal yang paling utama ditanamkan adalah niat untuk berlebaran dengan kelurga di kampung halaman. (*)

 

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *