ISMPF : Short Movie Karya Anak Bangsa di Festival Internasional

Bandung, Students Tel-U – Fakultas Komunikasi dan Bisnis Telkom University mengadakan International Short Movie and Photography Festival Tel-U (ISMPF) untuk yang pertama pada tanggal 18-20 Oktober 2016.

Pada tanggal 18 oktober 2016, ISMPF menggelarkan acaranya mengenai Photography. Talkshow Photography yang merupakan salah satu rangkaian acara ISMPF di lakukan pada pukul 10.00 WIB bertempat di Aula Fakultas Komunikasi dan Bisnis telah berlangsung dengan pembicara Taufan Wijaya yang adalah seorang wartawan Indonesia dan juga Oscar Motuloh adalah yang paling terkenal fotografer di Indonesia dan Arbain Rambei Kompas Photographer. Tidak hanya itu, adapun Screening Film dan Pameran Photography. Dengan jumlah peserta sebanyak 250 peserta dari beberapa sekolah menengah atas di wilayah Bandung yang di undang oleh ISMPF, selain itu tidak hanya mahasiswa Tel-U saja, tapi juga beberapa mahasiswa dari universitas lain yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan hari itu. mahasiswa yang berada dalam lingkungan Tel-U dapat mengikuti acara ini karena terbuka untuk umum.

b

Talkshow bersama Budi Irawanto (Director of Jett-Netpac), dan Gain Nugroho

Kemarin, di tanggal 19 Oktober 2016 Talk Show masih di lakukan pada jam yang sama namun berbeda pembahasan, yakni mengenai Short Movie : Culture and Urban Life in Digital Era dengan pembicara Budi Irawanto yaitu Director of Jett-Netpac, dan Gain Nugroho yang merupakan Senior Film Director. Dalam sesi tanya jawab, Gain menjelaskan mengenai cara menjadikan film terbaik sepanjang masa dengan membaca sejarah yang merupakan salah satu cara untuk menambah nilai kualitas pada film, tips menjadi sutradara, pembuatan produk suatu film, dan pembiayaan produksi film. Di penghujung acara Talk Show, Gain Nugroho mengatakan “untuk mendapatkan pemuda-pemudi yang berhasil, semua ada di tangan kalian”.

e

Screening film yang karya anak bangsa dalam rangkaian acara ISMPF

Ada pun Screening film yang merupakan upaya untuk melestarikan film-film pendek yang diciptakan oleh anak bangsa yang sudah berkontribusi dalam bentuk karya di lakukan di Boarcasting Studio Fakultas Komunikasi dan Bisnis Tel-U yang berlangsung sebagai hari ke 2 pada siang itu. Film-film yang di tayangkan adalah film pendek karya beberapa komunitas film dari indonesia juga luar negeri dan 20 film pentek terbaik dari peserta finalis lomba film pendek yang diadakan oleh ISMPF. Adapun komunitas dari universitas lain yang ikut berkolaborasi dalam screening film ini yaitu Sebelas Sinema, Liga Film ITB, KMTF ISBI, OnCam Unpas, dan WatchDoc. Acara ini berlangsung dengan penayangan beberapa film pendek, ada salah satu film dokumenter yang membuat penonton sangat tersentuh, yang berjudul “Salam Dari Anak-Anak Tergenang”. Film itu menceritakan tentang anak-anak yang menjadi korban musibah banjir di wilayah dekat Jati Gede, Tangerang. Film itu adalah salah satu karya dari Satu Lensa Films-KTMF ISBI. Salah satu anggotanya menyebutkan bahwa film ini dibuat tentang psikologis anak, dengan tujuan memperlihatkan kondisi anak-anak pedalaman di negara Indonesia yang belum banyak di ketahui masyarakat Indonesia sendiri.

c

Pameran photohraphy di acara ISMPF

Selain Talk Show dan Screening Film, adapun Pameran Photography di lantai dasar Fakultas Komunikasi dan Bisnis Tel-U. Ibu Sylvie N yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi selaku Ketua Pelaksana Photography menjelaskan bahwa dalam pameran ini ada beberapa karya dari Komunitas Fotografi Bandung dan juga 20 karya foto dari peserta yang sudah di lakukan secara penjurian internal yaitu oleh panitia acara ISMPF maupun external oleh Oscar Motuloh dan Taufan Wijya. Beliau cukup apresiasi dengan peserta dan antusias pelajar dengan minat mereka dalam karya. Karena, tidak mahasiswa, generasi muda masa kini pun dekat sekali dengan perkembangan komunikasi dan teknologi. Kelebihan dari ISMPF ini adalah dengan di hadirkannya beberapa rangkaian acara dalam sehari serta pembicara dari tokoh-tokoh yang sudah profesional dalam bidangnya. Beliau menambahkan, karena ini adalah festival pertama yang di adakan, untuk kedepannya diharapkan acara ini di jadikan acara rutin tahunan serta peserta yang tidak hanya diikuti oleh siswa dan mahasiswa dari wilayah bandung saja, tapi juga daerah lain. (HK/)

Keyword(s) :

Komentar

  • FerdianAlfar

    Wow

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *