Intip Suasana Natal di Luar Jawa Barat

Bandung, Students Tel-U-Bertepatan dengan perayaan hari Natal kali ini saya terjun langsung kelapangan untuk mengetahui suasana Natal dari saudara-saudara kita yang tengah merayakan kelahiran daripada Yesus bagi umat kristiani di seluruh dunia. Maka tidak heran dalam perayaan hari Natal ini sangat khas dengan pohon Natal, Santa Claus, rusa terbang, kue jahe, dan kado-kado kecil untuk sanak saudara.

Natal tahun ini saat terasa hangat karena disejumlah daerah tidak sedang dilanda hujan. Seperti di daerah kecil di Jawa Timur, pada dirayakan acara perayaan Natal di GKI Jombang, Jawa Timur yang mana dilaksanakan mulai Pukul 17.00 WIB sampai dengan Pukul 21.00 WIB yang bertemakan dengan “Kemuliaan Tuhan dalam Kesederhanaan”. Hal ini di karenakan Natal yang kita rayakan tidaklah harus dengan cara menghambur-hamburkan uang, maksudnya cukup dengan berkumpul dengan keluarga dan memanjatkan doa bersama. Karena dengan cara berkumpul dan mempererat tali kasih keluarga pasti akan semakin hangat di malam Natal tahun ini.

Dokumentasi by DML

Pada malam perayaan ini disambut dengan nyanyian Silent Night atau Malam Kudus oleh Deo Gracia Seperti yang kita tahu, bahwa Yesus lahir tidak di tempat yang mewah, tidak dalam kemeriahan dan hingar bingar pesta pora. Yesus lahir di kandang domba, ditemani keluarga kudus-Nya dan para gembala domba yang menerima kabar dari Malaikat Gabriel.

Dokumentasi by DML

Malam Kudus, malam yang istimewa bukan karena meriahnya pesta, nukan karena ramainya orang menyanyi dan makan besar, melainkan malam yang “Kudus” karena kelahiran Yesus Kristus.

Dokumentasi by DML

Sedangkan pada (25/12) pagi terdapat sebuah desa yang dihuni oleh mayoritas umat kristiani sehingga tidak heran jika mereka secara ramai-ramai pergi ke gereja dengan berjalan kaki bersama sanak saudara dan tetangga sekitar rumah mereka. Dalam 2 hari tersebut digelar sembahyang di gereja untuk bisa lebih dekat merasakan kedamaian Natal lebih khusyuk lagi.

Kita sebagai umat beragama saling menghargai adanya perbedaan dan saling toleransi dalam menjalankan ibadah antara umat beragama yang satu dengan yang lainnya. Jadi, perbedaan agama bukan menjadi alasan bagi kita untuk bisa menjalin hangatnya persaudaraan antar sesama. (DML)

Keyword(s) : , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *