Hati-Hati Plagiarisme!

Bandung, Students Tel-U – Kata PLAGIARISME pasti sudah tak asing lagi di telinga kita. Terlebih di dunia perkuliahan, fenomena plagiat marak terjadi di kalangan mahasiswa. Praktis dan tidak perlu repot, itulah alasan pelajar khususnya mahasiswa rela melakukan kecurangan semacam itu. Namun, apa sesungguhnya makna dari Plagiat?

Menurut Handri Raharjo, Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai. Dengan kata lain, Pengutip tidak mengakui karya orang lain yang dipakai dalam karya ilmiahnya.

Sadar atau tidak, beberapa diantara kita pasti pernah melakukannya. Misalnya, jika diberi tugas oleh dosen mahasiswa cenderung mengerjakannya dengan mengambil sumber dimanapun. Seperti buku di perpustakaan atau bahkan di dunia internet. Namun, tak jarang kita mengutip secara keseluruhan ide atau karya orang lain untuk dijadikan bahan jawaban. Alhasil ide dan karya orang lain lah yang memenuhi hasil tugas-tugas kita.

Adapun seseorang dikatakan plagiator bila ia melakukan:

  • Mengacu atau mengutip istilah, kata-kata atau kalimat, data, informasi dari sumber tanpa menyebutkan sumber secara memadai.
  • Menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai.
  • Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan atau telah dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadai.

Sumber yang dimaksud di atas adalah seseorang atau lembaga yang menghasilkan suatu karya dan dimuat secara tertulis baik dalam bentuk cetak maupun elektronik.

Apakah kita adalah salah satu diantaranya? Kalau memang kita pernah melakukan baik sengaja maupun tidak, sekarang saatnya kita berhati-hati dan menghindari perbuatan curang semacam ini. Karena sanksi dari kampus kita tercinta sendiri yaitu apabila seseorang ketahuan mencontek atau melakukan hal berbau plagiarisme, itu dapat sangat berpengaruh pada nilai akhir kita. Jangan sampai hanya karena melakukan plagiat sekali, segala usaha belajar selama ini menjadi sia-sia.

Melakukan tindakan plagiat sama saja seperti melakukan pencurian, karena mengambil milik orang lain tanpa izin. Jadi, plagiator tidak ada bedanya sama sekali dengan pencuri, karena sama-sama melakukan tindakan pengambilan sesuatu tanpa izin, dan menjadikannya seolah-olah barang tersebut adalah miliknya.

Agar terhindar dari hal berbau plagiarisme, kita perlu memerhatikan bagaimana cara mengutip data atau informasi dari sumber yang ada, seperti buku, jurnal, atau internet. Berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka yang sangat penting diketahui oleh kita bersama:

  • Penulisan daftar pustaka dari sumber buku:

Danim, Sudarwan. 2011. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Alfabeta.

  • Penulisan daftar pustaka dari sumber jurnal:

Despina, Papadopoulou dan Harald Clahsen. 2006. “Ambiguity resolution in sentence processing: the role of lexical and contextual information”. Journal of Linguistics. 42.1. Hal. 109-138

  • Penulisan daftar pustaka dari sumber internet:

Syaifudin, Ahmad. “Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Makalah”.  14 April 2015. 19 September 2016. www.tipspendidikan.site/2015/04/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam.html.

So, berhati-hatilah dalam bertindak. Menuangkan ide hasil dari buah pikiran sendiri jauh lebih menyenangkan. Adapun jika ingin mengutip teori, ide, dan pendapat seseorang jangan lupa untuk menyertakan sumber sejelas-jelasnya ya! (ANM)

Sumber:

Penulis: Annisa Nurul- Staff Departemen Penelitian dan Pengembangan BEM FKB

Keyword(s) : ,

Komentar

  • Artikelnya penting nih dibaca oleh semua mahasiswa agar mahasiswa tidak melakukan plagiat.

  • Leave a Reply to Clodia Store Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *