Hal Penting yang Harus Kamu Ketahui Tentang Registrasi Kartu Seluler

Bandung, Students Tel-U – Mulai Selasa (31/10), Menteri Komunikasi dan Infomatika (Menkominfo) menyatakan bahwa bagi seluruh pemilik kartu seluler diwajibkan untuk melakukan registrasi kartu dan registrasi ulang bagi yang sudah terdaftar sebelumnya. Aturan tersebut termuat dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016.

Apa perbedaannya dengan registrasi sebelumnya? Kenapa kita harus registrasi ulang? Apa saja yang harus diperhatikan saat registrasi ulang? Berikut adalah hal-hal yang harus kamu ketahui tentang registrasi kartu seluler :

Bagaimana cara melakukan registrasi dan registrasi ulang kartu?

Perlu diketahui bahwa registrasi ulang hanya dilakukan oleh pengguna kartu seluler yang sudah melakukan registrasi sebelumnya. Caranya sebagai berikut :

Ketik ULANG#NIK#KK# kirim ke 4444

Untuk pelanggan baru, caranya adalah :

Ketik  NIK#KK# kirim ke 4444

Info tambahan berkaitan registrasi ulang : Telkomsel, Indosat, XL, Tri, Smartfren.

Keterangan :

  • NIK adalah nomor NIK Anda dalam Kartu Keluarga (KK) atau nomor yang terdapat pada Kartu Tanpa Pengenal Anda (KTP).
  • KK adalah nomor Kartu Keluarga milik Anda.

Apa perbedaan antara registrasi yang dulu dan sekarang?

Juru Bicara Menkominfo, Noor Iza, memberikan penjelasan perbedaan registrasi kartu seluler yang dulu dan sekarang. “Tujuan registrasi ini yang pertama untuk memberikan kenyamanan kepada seluruh pelanggan pengguna jasa telekomunikasi dan memberikan perlindungan juga, misalnya dari spam, sms yang tidak bertanggung jawab, yang cenderung akan penipuan dan sebagainya,” papar Noor Iza. “Yang kedua, saat ini kita sudah memiliki KTP elektronik yang ada di Kementerian Dalam Negeri, kita mendukung pemanfaatan National Single Identity Number atau Nomor Identitas Tunggal Nasional yang nanti validitasnya bisa diperiksa ke Kementerian Dalam Negeri. Yang ketiga, memberikan keabsahan data identitas yang jelas siapa pengguna nomor ini sebenarnya.”

Bagaimana jika belum memiliki e-KTP?

Bagi masyarakat yang belum memiliki KTP elektronik dapat melakukan registrasi dengan menggunakan nomor KK. “Nanti ada tahapan atau SOP-nya sehingga kalaupun e-KTP-nya belum ada, itu tidak ada masalah Karena yang terpenting memiliki NIK yang ada di nomor KK,” kata Noor Iza.

Apakah Warga Negara Asing harus melakukan registrasi?

Warga Negara Asing wajib mendaftar nomor SIM milik mereka. Namun, tidak menggunakan nomor yang terdapat pada e-KTP melainkan menggunakan nomor passport/visa/Kitas/Kitap. “Mereka nanti registrasi di gerai milik provider. Di bandara nanti ada gerai-gerai yang disiapkan. Jadi, mereka akan mendaftarkan langsung di gerai,” jelas Noor Iza.

Kapan batas waktu melakukan registrasi?

Termuat dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016. Waktu dalam melakukan registrasi adalah 31 Oktober 2017 s.d 28 Februari 2018. Bagi yang tidak melakukan registrasi pada waktu yang telah ditentukan maka, kartu SIM akan diblok secara bertahap. Sebelum diblok akan ada tenggang waktu selama 60 hari yang dibagi menjadi 3 tahapan.

Selama 30 hari, kartu tidak bisa dipakai untuk melakukan telepon atau sms keluar. Jika masih belum mendaftar ulang, maka dalam 15 hari berikutnya kartu seluler tidak bisa melakukan telepon dan sms masuk. Terakhir, apabila masih juga belum mendaftar, maka dalam 15 hari kemudian internet akan dimatikan dan sepenuhnya nomor diblok.

Hoax berkaitan tentang registasi ulang

  1. Hoax batas akhir 31 Oktober

    Informasi jelas salah kebenarannya. Dalam peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 disebutkan bahwa periode registrasi dilakukan pada tanggal 31 Oktober 2017 s.d 28 Februari 2018.

  2. Hoax nama ibu kandung

    Kementerian Kominfo menyampaikan jika registrasi kartu SIM prabayar tak memerlukan nama ibu kandung. “Dengan mempertimbangkan perlindungan terhadap informasi yang bersifat pribadi dan dalam rangka memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maka registrasi pelanggan jasa telekomunikasi tidak memerlukan data nama ibu kandung, ” demikian penggalan isi siaran pers Kementerian Kominfo bernomor 196/HM/KOMINFO/10/2017, tertanggal 18 Oktober 2017.

Demikian hal-hal yang harus kita ketahui sebelum melakukan registrasi dan registrasi ulang kartu seluler. Semoga hal tersebut dapat membantu kita dan terhindari dari hoax yang ada. (NML)

Sumber : bbc.com, kominfo.go.id, makassar.tribunnews.com

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *