Gaza Butuh Bantuan Kita !!!

11

serangan israel di gaza. Sumber : ©REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Bandung, Students Tel-U – Hembusan angin perdamaian nampaknya belum berpihak bagi rakyat Palestina. Konflik Israel-Palestine beberapa hari ini kembali memanas. Israel kembali naik pitam, serangan senjata dan bom seakan tak bisa dihentikan. Hamas, sebagai kelompok militansi angkatan bersenjata paling tersohor disana memberikan perlawanan terhadap berbagai serangan tersebut.

Presiden Palestina sendiri, Mahmud Abbas mendesak Israel segera menghentikan gempuran udaranya atas wilayah Gaza, seperti dikutip dari laman AFP. “Presiden Palestina Mahmud Abbas menuntut Israel segera menghentikan eskalasinya dan serangan-serangan atas Gaza, ” demikian statemen dari kantor Abbas seperti dikutip kantor berita resmi Palestina, WAFA,  Selasa (8/7/2014). Abbas juga mengimbau kalangan Interasional untuk mendesak Israel guna menghentikan eskalasi membahayakan ini. Eskalasi yang hanya akan membuat kehancuran wilayah dan instabilitas lebih jauh lagi.

Menurut stasiun televisi lokal, Channel 1, serangan udara Israel tersebut dilancarkan setelah kabinet keamanan memberikan sinyal hijau bagi militer Israel untuk meningkatkan respons terhadap Hamas. “Dengan rentetan roket ini, Hamas telah melampaui garis merahnya, dan pasti dia akan segera membayarnya, ” kata pejabat senior Israel kepada media Israel.

Manuver serangan pesawat tempur Israel sedikitnya telah membombardir lebih dari 30 titik di kota Rafah, Gaza bagian selatan yang dekat dengan garis perbatasan Israel-Palestina pada Senin malam lalu (7/7). Serangan ini dilancarkan setelah puluhan roket ditembakkan militan Hamas ke wiilayah Israel Selatan. Pada malam sebelumnya, angkatan udara Israel juga tercatat menggempur 14 target sasaran yang menewaskan tiga militan, satu diantaranya dari Hamas dan dua lagi dari kelompok Popular Resistance Committees (PRC).

22

serangan israel di gaza. ©REUTERS/Mohammed Salem

Dalam siaran terbatasnya kemarin (8/7), Abbas menyampaikan jika dirinya membutuhkan bantuan Internasional untuk mengatasi memanasnya konflik antara Hamas dan Israel. “Apa yang terjadi di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur bukanlah perang antar dua pasukan, ” kata dia. “Rakyat Palestina tidak bersenjata. Mereka hidup dalam penjajahan.” Konflik lintas waktu ini juga bukan sebatas pada pelanggaran toleransi umat beragama, namun juga sudah menyayat sisi kemanusian para sipil di Gaza. Dibutuhkan bantuan Internasional untuk membantu meringankan derita para korban.

Bantuan do’a dan materi saat ini amat dibutuhkan mereka, setidaknya penduduk Indonesia juga bersedia mendoakan dan memberikan bantuan kepada saudara kita disana.

33

(erf)

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *