Fakta Unik “Makan Micin Bikin Bodoh”

Bandung, Students Tel-U – MSG ( Monosodium Glutamat) atau yang biasa kebanyakan orang menyebutnya “micin” adalah bentukan penyedap rasa untuk makanan yang terbuat dari sodium dan asam glutamat. Asam glutamat sediri merupakan zat yang terkandung dalam berbagai protein. Tentunya, sebagai mahasiswa tak asing lagi apabila mendengar kata-kata seputar micin seperti berikut.

“Kebanyakan makan micin sih, jadi lemot kan”

Atau

“Jangan sering sering makan micin, nanti jadi bodoh!”

Foto : Hohero

Tidak sedikit orang yang berasumsi bahwa karena makan micin, seseorang akan menjadi terhambat dalam berpikir, terkena penyakit obesitas, diabetes dan tidak banyak pula yang mengatakan bahwa itu hanya sekedar mitos.

Asam glutamat juga sebenarnya adalah penyedap rasa alami yang dapat ditemukan dalam berbagai bahan makanan seperti tomat, jamur, keju, daging dan kecap. Selain itu, glutamat juga diproduksi oleh tubuh kita sendiri. Meskipun betul MSG yang biasa dijual sachetan itu berasal dari pabrik, tidak alami seperti glutamat yang terdapat dalam tomat atau jamur.

Panganan legendaris di sekitar Sukabirus yang diduga kuat mengandung kadar micin paling pekat diantara streetfood lainnya | Foto : bacil-mang-uj.blogspot.com

Batas maksimal konsumsi MSG yang direkomendasikan WHO adalah 6 gram per hari. Sementara, Menkes RI merekomendasikan batas aman MSG sebanyak 5 gram. Rata-rata orang Indonesia hanya mengkonsumsi 0, 65 gram MSG setiap harinya — sangat sedikit dibandingkan batas maksimal 5 atau 6 gram tersebut. Jadi kita sebenarnya nggak perlu khawatir, karena kans kita untuk makan terlalu banyak MSG kecil sekali. (Sumber : Kaskus)

Pada dasarnya, Apabila MSG dikonsumsi secara wajar, justru dapat memberi manfaat untuk kesehatan tubuh. Lebih jelasnya karena MSG pernah dijadikan bahan pengganti garam karena mengandung lebih sedikit natrium dijadikan penyedap rasa yang lebih aman dalam suatu rumah sakit pada tahun 2013 untuk pasien pengidap hipertensi atau yang harus menghindari garam dalam dietnya, dilansir Liputan 6.

Jadi, MSG bisa dikatakan bisa berbahaya apabila dalam pemakaian nya melebihi batas normal alias tidak wajar. Sama saja seperti slogan yang berbunyi bahwa apa yang berlebihan itu tidak baik.

MSG tidak membuat bodoh apabila dalam mengkonsumsinya tidak dengan kebodohan, dan tidak akan merusak jaringan otak hanya karena pernah mengkonsumsinya. MSG hanyalah penyedap rasa yang seringkali disalah pahami banyak orang yang hingga sekarang ini menjadi bahan untuk ejekan.

Keyword(s) : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *