Dosen Tel-U Melukis Mural di Markas Zipur

Bandung, TEL-U-Banyak cara untuk mengabdi kepada masyarakat, salah satunya dengan seni. Inilah yang dilakukan oleh tiga orang dosen Fakultas Industri Kreatif, Telkom University (Tel-U). Mereka melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan membuat lukisan mural sepanjang 30 meter di dalam markas Kompi C Batalyon Zeni Tempur (Zipur) III/YW Baleendah.

4

 

“Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami terus mendorong mahasiswa dan dosen untuk terus melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk dedikasi untuk bangsa, ” ujar Wakil Rektor IV Bidang Penelitian dan Kemahasiswaan, Dr. M. Yahya Arwiyah, SH., MH dalam sambutan acara peresmian mural, Sabtu (17/1).

Selain Warek IV, hadir pada acara itu antara lain Dekan Fakultas Industri Kreatif (FIK), Dr. Ir. Agus Achmad Suhendra, M.T, Direktur Kemahasiswaan, Hendratno S.E. Akt, M.M, Komandan Markas Kompi C Batalyon Zeni Tempur, Letnan Kolonel CZI. Cahyadi Amperawan, S.Ip., staf bidang kemahasiswaan, serta para prajurit Batalyon Zeni Tempur.

Menurut Komandan Markas Kompi C Batalyon Zeni Tempur, Letnan Kolonel CZI. Cahyadi Amperawan, S.Ip, lukisan ini mencerminkan sembilan fungsi TNI Angkatan Darat yaitu Konstruksi, Destruksi, Penyelidikan Zeni, Samaran, Rintangan, Penyeberangan Sungai, Perbekalan air dan listrik, penjinakan bahan peledak (jihandak), serta nuklir, bahan biologi dan kimia (Nubika).

Cahyadi berharap bentuk pengabdian masyarakat yang diselenggarakan dosen Tel-U tidak hanya berhenti pada lukisan mural ini. “Kami sangat terbuka kepada Tel-U jika ingin memberikan pengabdian masyarakat di lingkungan kami lagi. Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin selama ini tetap dipertahankan, ” katanya.

Menurut Cahyadi, hubungan baik antara Kompi C Batalyon Zeni Tempur dengan Tel-U bukan yang pertama kali terjali melalui lukisan mural ini. Saat penerimaan mahasiswa baru angkatan 2014 lalu, kata dia, pihaknya dan Tel-U juga menjalin kerjasama dalam menanamkan kedisiplinan terhadap mahasiswa.

“mahasiswa merupakan generasi muda yang memegang peran penting bagi masa depan bangsa dan negara ini karena itu penting menanamkan disiplin kepada mereka. Dengan begitu mental mereka akan lebih kuat dalam mengahadapi tantangan di masa depan, ” katanya.

Sementara itu, menurut Muhammad Iskandar S.Sn., salah seorang dosen FIK yang melukis mural sepanjang 30 meter itu, perlu waktu hampir dua bulan untuk menuntaskan lukisan itu. “Cuaca yang sering hujan sering membuat kami menghentikan pengerjaan lukisan ini, ” ujarnya. Bersama Iskandar, ada dua pelukis lainnya yaitu Didit Endriawan, S.Sn., M.Sn. dan Bambang Melga Suprayofi S.Sn.

Menurut Iskandar, perlu sekitar tujuh kilogram cat tembok untuk menuntaskan lukisan ini. Mereka, kata Iskandar, sengaja memilih salah satu merek cat yang kuat bertahan terhadap cuaca agar lukisan itu tak mudah luntur. “Kalau cat lain paling bertahan sampai empat tahun, cat ini bisa bertahan hingga sepuluh tahun selama tembok aslinya tidak berubah, ” katanya.

Menurut Didit lukisan mural ini merupakan lukisan pertama yang dibuat oleh dosen FIK dan dikerjakan di dalam kompleks TNI. Usai pengerjaan lukisan ini, rencananya mereka akan membuat lukisan mural di Markas Komando Kompi C Batalyon Zeni Tempur Dayeuhkolot. (***)

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *