Dosen DKV Telkom University Luncurkan Buku tentang Politik Warna Kulit Perempuan

Bandung, Students Tel-U — Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Telkom University, Ira Wirasari, meluncurkan buku yang bertajuk Politik Warna Kulit Perempuan dalam Dunia Periklanan pada Selasa (20/3) di Open Library Telkom University. Peluncuran buku tersebut dihadiri oleh mahasiswa/i DKV peminatan periklanan, beberapa dosen DKV, pihak Open Library, juga Kanisius yang telah membantu penulis dalam menerbitkan bukunya yang bersumber dari disertasi dengan tema wanita dalam iklan kosmetik di Indonesia.

Sumber: Instagram Telkom University

Pada buku tersebut, penulis menyimpulkan bahwa iklan dapat mengkonstruksi pesan terhadap masyarakat, sehingga bisa mempengaruhi masyarakat untuk bertindak seperti pesan dalam iklan.

“Fenomena kecantikan perempuan sudah menjadi isu bagi masyarakat. Banyaknya iklan kosmetik membuat perempuan cenderung mengikuti kecantikan yang terpapar oleh media, juga membenarkan bahwa cantiknya perempuan sesungguhnya adalah cantiknya perempuan yang dipaparkan oleh media,” ungkap Ira yang menulis buku ini dalam kurun satu tahun.

Penulisan buku ini merujuk pada studi kasus dua iklan kosmetik lokal dan luar negeri dengan menggunakan dua sampel yang berbeda, seperti perempuan muda belum berpendidikan tinggi dan perempuan dewasa berpendidikan tinggi. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa perempuan membenarkan kecantikannya harus sesuai dengan apa yang tersalurkan oleh iklan. Namun, ada sisi lain yang bisa diambil selain kecantikan. “Perempuan yang berpendidikan tinggi dengan daya pikir yang lebih kritis lebih mengambil kepada self image model iklan kosmetik tersebut, seperti toleransi, kemandirian, pantang menyerah. Pokoknya yang bisa memacu kompetensi diri,” tambah Ira.

Pola pikir perempuan bahwa diri mereka harus secantik model iklan yang pada umumnya memiliki kulit putih terbentuk karena budaya patriarki yang belum terlepas di Indonesia. Budaya patriarki sendiri adalah asumsi bahwa lelaki memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding perempuan. Hal tersebut mempengaruhi perempuan menjadi tidak percaya diri dalam mengekspresikan diri mereka.

Salah satu dosen DKV yang merupakan praktisi iklan mengaku bahwa memang ada segmentasi pemilihan model untuk sebuah iklan untuk keberhasilan penyampaian pesan dalam iklan. Selain itu pemasaran kosmetik yang menawarkan kulit putih dan cerah disegmentasikan bagi perempuan yang tidak berkulit putih, seperti perempuan Indonesia pada umumnya.

“Jadi, kecantikan perempuan itu terbentuk karena terkonstruksi oleh sistem kapitalisme iklan. Agar masyarakat bisa terlepas dari fenomena tersebut, lebih baiknya mereka dapat memilah iklan mana yang bermanfaat,” pesan Ira kepada semua hadirin yang datang. (KAS/ERR)

Keyword(s) : , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *