Cerita BEM KEMA Tel-U yang Diundang ke Istana Negara

Bandung, Students Tel-U – Senin (18/05/2015) Presiden Joko Widodo mengundang para aktivis mahasiswa dalam acara Jamuan Santap Malam yang bertempat di Istana Negara, Jakarta. Aidil Afdan Pananrang (Presiden mahasiswa BEM Kema Tel-U), Agung Kurniawan (Menko Eksternal BEM Kema Tel-U), dan Muhammad Fikri (Menlu BEM Kema Tel-U) hadir sebagai representatif BEM Kema Tel-U.

Aidil saat Konferensi Pers di Student Center

Kredibilitas BEM Kema Tel-U diakui di mata pemerintah, terbukti dengan diundangnya kita (Tel-U). Setahu saya, tidak semua kampus diundang.” Papar Aidil.

Selanjutnya, dalam forum yang dimoderatori oleh Teten Masduki (aktivis ICW) hal-hal yang dibahas adalah :

  1. Pengakuan Presiden Jokowi bahwa hampir di setiap sektor pemerintahan terdapat mafia.
  2. Penegasan pihak istana bahwa kebijakan terkait pengembalian subsidi BBM dari mekanisme harga pasar tidak akan diubah dengan alasan pengalihan ke sektor produktif dan bagian strategi dalam mendewasakan mental bangsa.
  3. Memperbaiki sistem dengan e-budgeting guna meminimalisir celah korupsi.
  4. Presiden Jokowi berjanji untuk melakukan pengusutan terkait masalah pelanggaran HAM.
  5. Presiden Jokowi akan meninjau kembali aturan yang mewajibkan kuliah maksimal 5 tahun dan pelaksanaan UKT, terhitung 1 x 24 jam dari pertemuan diskusi semalam (18/05/2015).

Pada acara jamuan makan malam itu, representatif mahasiswa sudah menyiapkan sebuah surat perjanjian yang berisi beberapa poin terkait tuntutan-tuntutan mahasiswa kepada Presiden Jokowi, namun beliau menolak untuk menandatangani dengan dalih tidak sesuai dengan protokol.

Sempat kecewa karena hal-hal yang dibahas dalam acara semalam hanya bersifat normatif, tidak ada hitam di atas putih yang kongkrit.” ujar Fikri.

Dalam memenuhi acara jamuan makan malam ini sendiri, perwakilan BEM Kema Tel-U menegaskan bahwa mereka tidak difasilitasi dari anggaran negara. Segala jenis akomodasi ditanggung oleh anggaran masing-masing.

Independensi pergerakan BEM Kema Tel-U tidak akan terusik karena jamuan makan malam ini, kita akan terus bergerak mengawal pemerintahan Jokowi.” tegas Agung. (ARP/RA)

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *