Berburu Kesempatan Studi Ke Luar Negeri ? Datang Saja Ke Unit International Office Telkom University!

Bandung. Telkom University memiliki unit khusus yang menangani hubungan kerja sama dengan institusi pendidikan maupun industri di luar negeri. Unit tersebut bernama international office. Kamis, 30 Oktober 2014,  Students Tel-U berkesempatan mewawancarai langsung Bapak Yudha Febrianta selaku asisten manajer unit yang berlokasi di dalam gedung learning centre lantai dasar bersebelahan dengan bagian public relations itu.

“Sebenarnya, bagian international office sendiri sudah ada semenjak tahun 2011. Namun, pada saat itu masih di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT). Maklum saja, saat itu kampus-kampus di bawah naungan YPT masih belum menyatu seperti sekarang.”, Ujar Pak Yudha membuka pembicaraan.

“Pada saat kesemua kampus yang berada dalam naungan YPT bergabung menjadi Telkom University, posisi kami sekarang berada di bawah naungan Wakil Rektor (warek) III : kerjasama akademik dan admisi.”, Jelas beliau saat ditanyai seputar struktur organisasi.

Menurut penuturan beliau, secara garis besar jobdesk bagian international office mencakup beberapa hal. Pertama,  inbound. Yang dimaksud dengan inbound yaitu mendatangkan SDM dari luar negeri. Kemudian ada outbound. Kebalikkan dari yang pertama, outbound adalah upaya mengirimkan SDM ke luar negeri dan yang terakhir mempromosikan Tel-U ke berbagai institusi/industri di luar negeri.

Lelaki yang juga alumnus STT Telkom (Kini : Telkom Engineering School) itu pada kesempatan yang sama juga menekankan bahwa kerjasama yang dijalin tidak hanya students exchange saja. Kerjasama yang dilakukan bisa bermacam-macam. Tergantung MoU dengan masing-masing institusi pendidikan.

“Kerjasama yang kami lakukan meliputi students exchange, credits earning, mobility staff, join research, join degree, double degree, dan dual degree. Namun,   tidak menutup kemungkinan, kerjasama jenis lain akan terwujud di masa mendatang.”

“Apa itu students exchange? Students exchange adalah kerjasama pertukaran pelajar. Yang perlu digaris bawahi, pertukaran pelajar ini sifatnya resiprokal. Kalau dari sana (pihak luar) mengirim 2 orang, dari sini juga akan kirim 2 orang.”, Terang Pak Yudha.

“Kemudian, credits earning di mana mata kuliah Telkom University juga diakui di universitas tujuan.”

“Ada pula kerjasama mobility staff. Misalnya, Tel-U mengirimkan dosen atau staffnya keluar negeri selama 2 minggu untuk mempelajari proses belajar mengajar di sana.”, beber beliau saat ditanya mengenai contoh kerjasama mobility staff.

Join research, atau penelitian bersama kami juga ada.”, Jelas beliau lagi tanpa merinci secara spesifik penelitian apa yang dimaksud.

“Ada Join degree, double degree dan dual degree. Kalau join degree ini, prodi yang diambil selama menjalani proses tersebut harus sama persis dengan prodi yang dikerjasamakan. Sementara untuk double degree, prodi yang dipilih boleh berbeda dari universitas asal. Yang terakhir, dual degree pada saat proses perkuliahan berlangsung mata kuliah yang diambil ada yang serumpun ada yang tidak.”, Beber Pak Yudha saat ditanya mengenai perbedaan ketiganya.

“Untuk saat ini, skema beasiswa dari unit kami belum ada. Sejauh ini mekanisme pembiayaan bisa dilakukan atas biaya sendiri atau mengajukan pembiayaan (sponsorship) dari yayasan tertentu.” Ungkap Sang asisten manajer saat ditanya tentang ketersediaan beasiswa.

“Walaupun demikian, kami selalu berupaya bernegosiasi dengan institusi pendidikan tujuan agar mahasiswa mendapatkan benefit dalam bentuk lain. Misalnya, dengan Kumoh national Institut of Technology (KIT) di Korea Selatan. Kami mengupayakan mahasiswa mendapat fasilitas asrama. Selain itu, bebas tuition fee selama menjalani students exchange dalam jangka waktu 6 bulan. Mereka hanya menanggung biaya makan sehari-hari dan tiket pulang pergi.”, Tutur beliau tak lama kemudian.

Berbagai institusi pendidikan yang sudah menjalin kerjasama (klik untuk zoom)

“Hal-hal apa yang mestinya jauh hari dipersiapkan oleh mereka yang berminat, Pak? Adakah tips dan trik?” Tanya Students Tel-U.

“Yang terpenting, calon peserta menyiapkan sertifikasi Bahasa Inggris. Kami menyarankan sertifikasi IELTS. Karena IELTS diakui hampir semua institusi pendidikan tinggi yang ada di luar negeri. Poin minimalnya tergantung institusi pendidikan di negara tujuan. Ada mempersyaratkan minimal 6 ada pula 7.”, Ungkap beliau memberikan perhatian khusus.

“Kami juga kurang merekomendasikan TOEFL. Kasus yang sering terjadi, pada saat mahasiswa sudah mempersiapkan TOEFL paper based test, eh ternyata universitas tujuan menginginkan sertifikasi TOEFL internet based test. Saya rasa, mempersiapkan sertifikasi IELTS (merupakan pilihan yang) lebih aman.”

“Dari pengalaman kami mengurus yang sudah-sudah. Banyak (kandidat) yang gagal di (kesiapan sertifikasi Bahasa inggris) ini. Sayang sekali. Andaikata mereka menyiapkannya jauh-jauh hari, saya rasa ini akan menolong.”, Ujar narasumber sembari menghela nafas.

“Persyaratan umum yang harus disiapkan apabila ingin mengikuti program kerjasama via international office ini apa saja?”, Tanya kami kemudian.

“Tergantung universitas tujuan. Ada baiknya, calon peserta datang dulu ke international office untuk berkonsultasi dengan kami. Secara umum, IPK minimal 3.00. Dan itu tadi, mempersiapkan sertifikasi Bahasa inggris. Di beberapa negara tertentu seperti Jerman, Jepang, dan Prancis sedikit berbeda. Sertifikasi bahasa yang diambil adalah bahasa ibu negara setempat. Mengenai visa dan paspor, bisa diurus secara kolektif melalui kami.”, Jawab beliau lugas.

“Harapan kami ke depan, nantinya setiap prodi memiliki international class-nya sendiri. Sejauh ini baru ada 4 prodi : MBTI, TI, SI, dan Adbis.”, Jelas beliau saat ditanya mengenai harapan-harapannya ke depan sembari menutup pembicaraan.

Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk menggali info lebih lanjut terkait kesempatan study ke luar negeri bisa berkunjung ke bagian international office pada hari dan jam kerja. Senin-Jumat 08.00-16.30 WIB.

Keyword(s) : ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *