@BEMUnitel “Membangun Masyarakat Sehat lewat Pelayanan Kesehatan Gratis”

Bandung, BEM Telkom UniversityHarapan itu ada pada diri kita sendiri !Melihat realita kehidupan bangsa ini kadang memilukan, melihat seseorang lari kesana kemari mengejar sesuap nasi, yang lainnya duduk di atas permadaninya menutup telinga dan matanya, mendengar yang sini menjerit diterpa kelaparan yang sana tertawa di atas meja makannya.

Sulit diterima akal sehat memang, negeri yang punya tanah yang subur, kaya akan mineral dan tambang serta elok rupa alamnya harus terus hidup di bawah garis kesejahteraan. Kalau dibilang bangsa ini malas, lihat jam 00.00 sampai jam 05.00 pagi, aktivitas pasar tradisional sudah dimulai bahkan disaat sebagain dari kita terlelap dalam mimpi sebagian yang lain sudah angkat itu barang dagangan untuk diperjual belikan. Bangsa ini tidak juga bodoh, lihat anak-anak bangsa kita yang juara dunia fisika dan matematika, lihat para atlet kita juga yang sanggup bersaing di tingkat internasional, lihat professor dan guru besar Indonesia yang sukses perkenalkan penelitian dan jurnalnya di level dunia.

Bangsa ini juga bukan bangsa yang penakut, lihat itu tetangga sebelah yang mau rebut pulau terluar kita, kita usir dia dari tanah Indonesia. Bangsa ini juga bukan bangsa kecil, lihat itu dari sabang sampai merauke ada 17.000 lebih pulau dalam gugusan negeri Indonesia, ada aneka ragam budaya yang mewarnai nusantara, ada 240 juta jiwa yang jadi kekuatan bangsa ini. Lalu ada apa dengan bangsa ini ? 69 tahun kemerdekaan sudah di tangan tapi tetap tak berdaya perangi kemiskinan, kesengsaraan dan kebobrokan.

Tapi yang lebih memilukan itu kondisi saat ini, kondisi saudara-saudaraku saling caci maki, saling tuduh menuduh, saling tikam, saling hina, bahkan saling permalukan satu sama lain demi sebuah jabatan yang nanti cuman dirasa 5 tahun. Ketakutan kita dahulu kenakearagaman kita jadi malapetaka buat kita, tapi ternyata sekarang bukan itu yang buat kita hancur terpecah belah. Yang buat kita hancur justru karena kesamaan keinginan untuk duduk di singgasana tertinggi di negeri ini.

Padahal untuk bikin negeri ini sejahtera kita bisa lakukan dari manapun. Dan hal yang lebih kecil yaitu ‘masyarakat sekitar’ kita bisa bangun kesejahteraan versi kita sendiri. Lebih baik buat mereka yang disekeliling kita tersenyum daripada harus ikut terlibat dalam pertarungan di arena perebutan singggasana yang toh tak berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Pengobatan gratis, kata sederhana yang mewakili ratusan senyuman masyarakat di sini, mau sampai kapan kita mengharapkan orang lain berbuat kebaikan, lebih baik turun dan masuk dalam kehidupan mereka, membantu meringankan penderitaan. Itu yang BEM Universitas Telkom coba dan sudah lakukan. Melalui kegiatan pengobatan gratis yang dilaksanakan pada 8 Juni 2014 lalu,   kita terus sebarkan semangat untuk membangun masyarakat dari diri kita sendiri, bukankah di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat ? ayooo mulai dari masing-masing, jangan terlalu banyak menggantungkan harapan pada janji-janji palsu. harapan itu ada ketika kita mau untuk bergerak ! (mmr, @icannnn)

 

 

 

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *