Aspirasi BEM Kema Tel-U Didengar, Maks. Masa Studi Kembali 7 Tahun

Bandung, Students Tel-U – Presiden mahasiswa Aidil Afdan Pananrang kembali mengadakan Konferensi Pers pada Selasa (26/05/2015) di Student Center J102 terkait perpanjangan masa kuliah menjadi 7 tahun.

Pada kesempatan untuk berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo, Senin (18/05/2015) yang lalu, perwakilan BEM Kema Tel-U yang hadir sempat mengajukan agar kebijakan pembatasan masa kuliah 5 tahun sesuai Permendikbud No. 49 Tahun 2014 dikaji kembali karena dinilai memberatkan mahasiswa.

Esoknya, Jokowi bertemu dengan Menristek Dikti, M. Nasir, dan disepakati bahwa masa studi dikembalikan menjadi 7 tahun. (Baca : Cerita BEM Kema Tel-U dari Istana Negara dan Ini Jawaban Presiden Joko Widodo Terkait Masa Kuliah 5 Tahun)

Beberapa hari yang lalu, Aidil menerima surat edaran resmi Menristek Dikti tentang Evaluasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

compres 2

Surat Edaran Halaman Pertama | Foto : BEM Kema Tel-U

compres 3

Surat Edaran Halaman Kedua | Foto : BEM Kema Tel-U

Dalam surat edaran tersebut, disebutkan bahwa pada poin 3a “Agar Perguruan Tinggi menunda implementasi Peraturan Menteri sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf a (Permendikbud No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi) dan huruf d (Permendikbud No. 154 Tahun 2014 tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi).”

Dengan demikian, dimulai sejak surat edaran tersebut ditandatangani (20/05/2015) hingga ada kebijakan baru yang menggantikan Permendikbud No. 49 Tahun 2014, pembatasan masa kuliah 5 tahun tidak lagi berlaku.

“Kami percaya, bahwasanya untuk membentuk sumber daya manusia yang disesuaikan oleh nawacita, bentuk mahasiswa yang cinta negara, aktif berorganisasi, sangat bertolak belakang ketika adanya kebijakan yang membatasi masa kuliah 5 tahun, ” tutur Aidil. (ARP)

Keyword(s) :

Komentar

  • tongli

    bukan karena kebijakan jokowaw ya?

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *