Asal Mula Hari Musik Nasional dan Fungsi Musik di Kehidupan Kita

Musik merupakan kata yang tidak asing lagi kita dengar, musik sudah ada sejak zaman dahulu kala. Contoh musik yang sederhana adalah vokal yaitu musik yang dibunyikan oleh suara manusia, contohnya seperti siulan.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinam-bungan; nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu).

Tapi, tahukah kita kapan Hari Musik Nasional ???

Banyak orang tidak mengetahui bahwa 9 Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Ketetapan ini diatur berdasarkan Keppres No. 10 Tahun 2013 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  Dalam Keppres juga dijelaskan, musik adalah ekspresi budaya yang bersifat universal dan multi dimensional yang merepresentasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan serta memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Hari Musik Nasional diambil pada tanggal 9 Maret karena tanggal tersebut merupakan tanggal kelahiran Wage Rudolf Supratman, sang komponis pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Namun tanggal lahir tersebut rupanya menimbulkan perdebatan. Di beberapa catatan, tanggal tersebut disematkan kepada WR Supratman, termasuk laman wikipedia.

Namun, di laman museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id dan laman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, disebutkan bahwa WR Supratman lahir di Dusun Trembelang Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Purworejo, Jawa Tengah tanggal 19 Maret 1903.

Makna dan tujuan penetapan Hari Musik Nasional adalah untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik nasional, meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi pegiat musik Indonesia, serta meningkatkan prestasi pada tingkat nasional, regional, dan internasional. Di setiap peringatan Hari Musik Nasional biasanya ada penyerahan penghargaan bagi insan musik Indonesia, baik yang masih hidup maupun yang telah tutup usia.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinam-bungan; nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu).

 

Beberapa Fungsi Musik Di Kehidupan Kita

  1. Musik Sebagai Sarana Ekspresi Diri.

Seorang musisi akan lebih mudah meluapkan atau meluapkan perasaannya lewat musik. Di samping untuk mengisyaratkan bakatnya, ekspresi perasaan melalui musik akan lebih mudah dirasakan. Apalagi semisal musik tersebut berupa vokal yang berisi lirik yang tersusun elok dan mudah dipahami, disertai dengan iringan nada yang mewakili pengungkapan yang akan dikeluarkan. Misalkan jikalau hendak meluapkan sedih, irama yang dimainkan berupa irama yang bertempo pelan dan halus. Sebaliknya, semisal irama tersebut cepat dan menggebu-gebu biasanya mewakili luapan senang dan bahagia.

  1. Musik Sebagai Sarana Hiburan.

Musik sangat efisien dalam menghibur. Selama suatu musik tersebut dianggap elok, sudah pasti musik tersebut dapat menghibur. Seseorang bahkan memerlukan musik untuk menghibur diri jika sedang bosan ataupun sedih. Lebih dari menghibur, musik juga dapat melalaikan manusia dari kehidupan sehari-harinya.

  1. Musik Sebagai Sarana Terapi.

Musik sebagai terapi awal mulanya diperkenalkan pada perang dunia ke-II untuk memulihkan korban perang. Kini musik banyak digunakan untuk terapi penyakit mental atau kelumpuhan organ tubuh. Musik juga dapat berguna untuk menyegarkan sejenak sistem pola otak setelah lama dimanfaatkan saat bekerja.

  1. Musik Sebagai Sarana Upacara.

Musik di Indonesia, pasti akan selalu berkaitan erat dengan upacara-upacara tertentu seperti perkawinan, kelahiran, kematian, serta upacara spiritual dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi dari suatu alat musik diyakini memiliki unsur magis.

Oleh karena itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya dapat diisi oleh musik daerah nya sendiri. Barangkali di luar negeri juga seperti itu. Seperti dansa, ballet dan dan lain sebagainya.

  1. Musik Sebagai Sarana Pendidikan

Sebagai media pendidikan, musik digunakan dalam proses belajar di sekolah. Musik dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air kepada para siswa melalui lagu-lagu perjuangan.

 

Tak hanya itu itu, lagu daerah juga bisa digunakan untuk pendidikan siswa dalam hal meningkatkan sikap tenggang rasa terhadap perbedaan suku, ras dan agama.

 

Dalam pendidikan, musik juga dapat dimanfaatkan sebagai media peningkatan diri siswa. Musik juga bisa mencetak kepribadian yang baik untuk seseorang. Seperti yang dikatakan oleh Bung Hatta, bahwasanya musik dapat menanamkan perasaan halus dan budi yang halus dalam jiwa manusia.

Dengan musik, jiwa lebih mempunyai rasa akan harmoni dan irama. Diantara keduanya ialah landasan yang bagus untuk menanamkan rasa keadilan.

Namun dalam pendidikan musik, mesti dijauhkan lagu-lagu yang bersifat melemahkan jiwa serta mudah menanamkan nafsu buruk.

  1. Musik Sebagai Sarana Komunikasi.

Di beberapa daerah di Indonesia, nada instrumen tertentu yang memiliki arti tertentu juga untuk anggota golongan masyarakatnya. Bunyi-bunyian itu mengandung pola ritme tertentu yang menandakan bahwa ada suatu kejadian atau kegiatan yang ingin dibagikan kepada penduduk. Instrumen yang sering dipakai dalam penduduk Indonesia adalah seperti kentongan, bedug di surau, dan lonceng di gereja.

  1. Musik Sebagai Sarana Kreativitas.

Kreatif ialah sifat yang murni ada pada diri manusia yang dikaitkan terhadap skill atau kekuatan untuk menciptakan. Sifat kreatifitas ini selalu diperlukan untuk mengiringii kepribadian manusia dalam rangka memenuhi keperluannya.

 

 

Keyword(s) : , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *