Apa Kata Dua Technopreneur di Pemuda Masa Kini FEB 2017?

Bandung, Students Tel-U – Sabtu, 28/10/2017 bertempat di Aula D FEB Lt. 5, Telkom University telah diselenggarakan sebuah open discussion dengan pembicara Arief Rakhman Prasetya “Head of Customer Satisfaction Management Bukalapak”, Muhammad Neil El Himam “Direktur Fasilitas Infrastruktur TIK Badan Ekonomi Kreatif” yang tengah berhalangan untuk hadir, dan Alfian Pamungkas Sakawiguna “CEO IDCloudHost”.

Dalam open discussion ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Herry Irawan, S. T., M. M. Selaku Wakil Dekan FEB. Dalam sambutan, Bapak Wakil Dekan menyampaikan bahwa “saya memilih sebuah motto untuk acara hari ini yaitu Pemuda Masa Kini. “Karena saya menganggap mungkin yang tengah buming sekarang adalah Kids Zaman Now, tapi motto itu lebih cocok dengan generasi micin yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan dengan banyak penolakan serta protes yang berlebihan, ” tuturnya.

Kemudian Alfian Pamungkas Sakawiguna selaku pembicara dalam hal ini menyampaikan tentang perjalanan karirnya dalam dunia technopreneurship. Dalam hal ini ia menekuni sebuah hobby main game kemudian setelah mendapatkan level yang tinggi ia langsung menjual kepada teman-temannya. Selain itu juga ia memikirkan bagaimana teman-temannya yang suka main game itu bisa main sepuasnya tapi uang yang mereka keluarkan itu bisa masuk ke kantongnya. Kemudian ia berinisiatif untuk membuka sebuah warnet sendiri semasa SMA.

Alfian Pamungkas (kiri) dan Arief Rakhman Prasetya (kanan) sedang dalam sharing session bersama peserta tentang Pemuda Masa Kini dalam Technopreneurship

 

Sedangakan Arief Rakhman Prasetya sendiri berbagi sebuah perjalanan hidupnya saat bergabung dengan Bukalapak. Sebuah situs jual beli online ini awalnya merupakan produk kedua daripada IT Konsultan yang dibuat oleh Achmad Zaky sekaligus CEO dari situs E-Commerce Bukalapak.com. Sehingga ia merasakan betul bagaimana temannya sekaligus atasannya ini membangun sebuah perusahaan mulai dari 0. Dan disisi lain ia juga paham betul bagaimana rasanya di telfon tengah malam saat dimintai pendapat oleh atasannya dan harus meladeni hingga ia bisa menemukan solusi dari masalah perusahaannya itu.

Selain itu mereka berharap pada generasi muda, bahwa pasar bebas sudah sangat terbuka sehingga kita dituntut untuk bisa menguasai skill berbahasa Inggris, kreativitas, inovasi, dan juga teknologi informatika sebagaimana persiapan kita dalam bersaing dengan negara-negara lainnya untuk tetap bisa eksis di dalam perekonomian dunia.

Jadi, apakah kalian sudah siap dengan technopreneurship? (DML/KAS)

Keyword(s) : , , , ,

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *