Alexander Sihombing di Mata Kawan

Bandung, Students Tel-U – Kabar duka datang dari Telkom University. Pasalnya, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2014, Alexander Ramos Favour Sihombing meninggal dunia pada Minggu (11/3) pukul sekitar 00.30 WIB. Jenazah ditemukan sudah tak bernyawa di depan gerbang masuk Telkom Univeristy akses Jalan Radio Palasari, Bojongsoang dengan luka tusuk di dada dengan penyebab yang belum dipastikan dan masih ditelusuri oleh pihak kepolisian.

Gerbang masuk akses Jalan Radio Palasari yang menghubungkan dengan Bojongsoang dan Moh. Toha. Dokumentasi: NML

Dedi Kurnia Syah selaku Humas Telkom University mengutarakan bahwa benar adanya mahasiswa yang sering disapa Ale itu meninggal dunia. “Jadi itu (kejadian) di luar kampus, sehingga tidak ada penjagaan dari pihak universitas,” ujarnya kepada detik.com. Dedi menyebutkan pula bahwa kampus telah memenuhi standar terbaik untuk membentuk sistem keamanan, seperti pemberlakukan jam malam masuk kendaraan dan penghuni asrama, serta pemasangan CCTV yang sudah tersebar di seluruh sudut kampus.

Pada hari yang sama pukul 10.00 WIB, polisi melakukan otopsi terhadap jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih, Moh. Toha, Bandung untuk melihat apakah terdapat luka di organ lainnya. Namun yang baru diketahui adalah luka di dada sebelah kiri.

“Ada satu luka tusuk di dada sebelah kiri, dan korban diduga meninggal kehabisan darah karena luka mengenai paru-parunya,” ungkap Firman Taufiq selaku Kasatreskim Polres Bandung dilansir detik.com.

Kepergian Ale mengundang duka kepada seluruh mahasiswa Telkom University, terlebih kepada rekan seperjuangan di Teknik Elektro. Tak hanya keluarga dan teman-temannya di kampus, namun teman semasa SD hingga SMP Ale juga merasa kehilangan, yaitu Nesya. Perempuan asal Bekasi itu mengaku bahwa Ale adalah teman sebangkunya saat SD.

“Ale adalah teman aku yang friendly banget. Baik iya, iseng juga iya. Suka ngajak bercanda dan asik, walau dulu ia kelihatan badung,” tuturnya yang masih tidak menyangka bahwa teman kecilnya sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Nesya menyayangkan bahwa hingga masa SMA ia belum pernah bertatap muka lagi dengan Ale karena sekolah yang berbeda, sampai Ale akhirnya menjadi mahasiswa rantau yang aktif di kegiatan kampus.

Seorang mahasiswa Teknik Elektro yang pernah dikaderisasi oleh Ale juga ikut kehilangan, Firman contohnya. “Bang Ale itu punya prinsip yang kuat, gak mudah untuk diombang-ambing, dan totalitas untuk KMTE. Selama saya dikaderisasi, Bang Ale mengajarkan saya untuk berjuang dalam kesusahan jika ingin menjadi orang yang hebat,” ungkap mahasiswa angkatan 2016 itu.

Segenap kru Students Tel-U mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Alexander Ramous Favour Sihombing. Semoga keluarga tetap diberi ketabahan dan diterima di sisi-Nya. (kas)

Keyword(s) : , , , ,

Komentar

  • Hanifiansyah

    Jika TKP berada di depan gerbang masuk Telkom jalan radio, ini masih termasuk wilayah kampus, terlebih lagi ada pos keamanan disana.. sangat tidak mungkin jika security tidak melihat kejadian tersebut apabila pos kemanaan itu "memang terisi".. Dan sangat omong kosong bila menyebutkan bahwa kampus mempunyai standar tinggi dalam keamanan, namun sudah ada 2 korban jiwa meninggal sejak tahun 2011 akibat tindak kriminal seperti ini..

    • praburosihan

      sory sebelumnya. kamu angkatan berapa? dari 2011 sampai 2018 baru 2 korban. jaman saya dlu bukan main banyak kejadiannya, begal lah, rampok lah. dan itu kejadianny di sebelah kampus dan di skitar kampus. so saya rasa kampus sudah cukup baik sejauh ini. kampus ga akan bisa memantau 24 jam setiap mahasiswanya yg jumlahnya sangat banyak. tinggal mahasiswanya aja yg lebih waspada. Doain aja korbannya tenang di sana, ga perlu nyalahin siapa2

    • Sok dikaji, cari pemecahan masalahnya. Fenomena sudah jelas, dan Anda seorang civitas academica kan?

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *