Aksi GMBI Memanasi Kawasan Telkom University

Bandung, Students Tel-U – Senin (10/04) sekitar pukul 10.00 WIB terlihat keramaian massa yang mengenakan seragam dominan hitam dan kuning di depan Gerbang Rektorat Telkom University. Massa tersebut adalah Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia Kabupaten Bandung atau LSM GMBI yang menggelar aksi gerakan moral. Dengan memegang kertas berisi suara dan tuntutan, massa tampak bersemangat menyampaikan orasi dan tuntutan di bawah terik matahari.

Menurut Kapolsek Dayeuhkolot, Agus Setiawan, mengatakan “Massa yang mengikuti aksi demo hari ini yaitu sekitar 100 orang. Kami dari pihak kepolisian telah menyiapkan pasukan sebanyak 200 personil untuk mengamankan kondisi dan lalu lintas yang ada di sekitar Telkom University.”. Saat aksi berlangsung, akses jalan menuju kampus dialihkan ke gerbang Fakultas Komunikasi Bisnis dan gerbang Bandung Technopark (BTP) serta gerbang di Jalan Radio Palasari.

Image_5959c0b

Suasana aksi gerakan moral yang dilakukan GMBI

Aksi gerakan moral ini memiliki tujuan yaitu menyikapi persoalan dugaan penguasaan asset negara yang diduga dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Telkom (YPT). Adapun hal-hal yang dituntut oleh LSM GMBI Distrik Kabupaten Bandung adalah :

  1. Menuntut kepada Penegak Hukum agar melakukan pengusutan secara tuntas dan melakukan proses hukum terhadap pengurus YPT dan pengelola Universitas Telkom terkait dengan dugaan pencaplokan atau penguasaan tanah yang merupakan aset negara dan dugaan pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan oleh pengurus YPT dan diduga dibantu oleh oknum-oknum tertentu terkait dengan pemohon penerbitan SHGB kepada BPN pada tahun 1997.
  2. Menuntut kepada Penegak Hukum agar menyatakan tidak bersalah terhadap 6 (enam) orang masyarakat yang akan menghadapi proses persidangan atas laporan dari Pihak YPT dengan tuduhan menggunakan tanah tanpa ijin yang berhak atau kuasanya sebagaimana diatur oleh PERPU Nomor 51 Tahun 1960 Tentang Larangan Menggunakan Tanah Tanpa Ijin Yang Berhak atau Kuasanya.
  3. Menuntut kepada Pimpinan PT Telkom agar segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Pengurus YPT dan melakukan audit terhadap pengelolaan Universitas Telekomunikasi (red : Telkom)

Image_8590c3b

Public Relation Telkom University Dedi Kurnia Syah mengutarakan bahwa pihak Telkom University siap menerima dan menampung aspirasi dan suara dari pihak GMBI. Beliau juga menuturkan bahwa dalam aset negara yang dimaksud dalam tuntutan GMBI sudah tertera di sertifikat dan aset itu adalah milik Yayasan Telkom. “Oleh karena itu kami menjaga dan memanfaatkan aset tersebut seperti membuat ruang terbuka hijau dan membuat pembatas jalan agar jalanan terlihat menarik. Tetapi karena ada beberapa hal yang kurang puas tentu mereka melakukan protes. Kami akan melakukan lintas stakeholder dengan berbagai pihak dan berusaha memberikan jawaban agar masalah ini clear.”

Tak berselang lama, para perwakilan dari LSM GMBI memasuki area Telkom University menuju Gedung Serba Guna (GSG) lantai 2 untuk melakukan dialog terbuka. Dialog terbuka ini dihadiri oleh beberapa pihak dan penjabat seperti Kepala Desa Citeureup, Kepala Kecamatan Dayeuhkolot, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kepolisian Sektor Dayeuhkolot serta beberapa perwakilan dari Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) dan pihak Telkom University yaitu Wakil Rektor II bidang Sumber Daya

Image_737acc3

suasana dialog terbuka yang dihadiri beberapa pihak

Koorwil Jabar I GMBI Muhammad Basyur mengatakan bahwa kehadiran mereka saat ini adalah untuk membuka benang merah mengenai hukum perdata dan dugaan pencaplokan atau penguasaan tanah yang merupakan aset negara. “GMBI bukan datang untuk argumen dengan BPN, BBWS dan pihak lainnya tetapi meminta kroscek ke lapangan agar aset negara tidak diklaim oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.”

Dalam dialog terbuka yang dilakukan selama satu jam akhirnya mendapatkan hasil yaitu :

  1. Pihak BBWS akan memproses tentang legalitas dan batasan-batasan
  2. Pihak BPN menolak pengajuan penerbitan sertifikat
  3. Kepala Camat Dayeuhkolot akan membentuk tim kecil untuk memproses lokasi tersebut.

Untuk point ketiga yaitu membentuk tim kecil akan dilaksanakan sekitar akhir bulan april atau awal bulan mei. Tim kecil ini terdiri dari beberapa pihak termasuk pihak GMBI untuk kroscek ke lokasi yang menjadi tuntutan aksi. (AUD/WAP)

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *