AADK2 – Ada Apa Dengan Keamanan 2

Bandung, Students Tel-U – Keamanan sebagai salah satu aspek penting dalam mewujudkan kenyamanan di lingkungan kampus nampaknya memang benar. Seperti yang sudah di singgung pada artikel AADK sebelumnya, kondisi keamanan kampus tercinta kita masih jauh dari kata optimal. Hal inipun ternyata dibenarkan oleh Pak Alex selaku kepala Logistik Telkom University. Berikut adalah artikel lanjutan AADK yang diambil dari sudut pandang pihak kampus. (Baca juga : Ada Apa Dengan Keamanan?)

Pertama, penggunaan STNK bertujuan untuk meminimalisir potensi kehilangan kendaraan bermotor, karena tak bisa dipungkiri kampus kita saat ini menjadi akses masyarakat yang ingin memotong Jalan dari Bojongsoang ke Jalan Moh.Toha. Ini menjadi kendala yang masih belum terselesaikan. Dahulu sempat digunakan kartu visitor untuk masyarakat yang melintas tetapi lama kelamaan nasib kartu tersebut sama dengan kartu parkir mahasiswa (hilang). “Lalu apakah semester depan masih akan digunakan sistem STNK ini? bagaimana dengan sistem pengunaan autoparking atau KTM ? mengingat sistem STNK ini masih memiliki banyak kelemahan. Mulai dari  antrian yang lebih panjang dan pemeriksaan yang terkadang kurang ketat”. Pak Alex pun menambahkan bahwa saat ini pihak kampus sedang mencetak kartu parkir baru untuk digunakan semester depan, selain itu beliau juga menerima masukan bagi mahasiswa yang memiliki ide untuk sistem parkir yang lebih baik. Entah itu dengan sistem KTM atau yang lainnya. Perihal autoparking memang akan diterapkan, hanya saja autoparking akan digunakan di area luar (gerbang masuk kampus),  sedangkan parkiran motor asrama, tmart, lapangan basket, dan FIT masuk dalam zona dalam. Target kedepannya sistem parkir didalam kampus adalah free parking dimana mahasiswa tidak perlu repot-repot menunjukan alat bukti parkir. Akan tetapi hal ini baru dapat terwujud jika sistem keamaan area luar sudah benar-benar aman dan terlaksana dengan baik..AADK2

Kedua, mengenai SDM, saat ini Pak Alex menegaskan seharusnya sudah cukup dan dapat berjalan optimal, mengingat jumlah personil keamanan mencapai 84 personil yang dibagi menjadi beberapa shift kerja. Tiap shiftnya personel keaman bekerja selama 8 jam sehari. “Bahkan tadinya satpam bekerja 12 jam sehari, tapi kami kurangi menjadi 8 jam. Pengurangan jam kerja ini sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan” Begitu penjelasan Pak Alex. Terkait dengan gaji keamanan yang dirasa kurang, beliau menyangkal hal tersebut. Karena saat ini menurut data yang ada jumlah gaji sudah berada di atas rata-rata UMR Kabupaten Bandung. Beliau juga menambahkan untuk saat ini kinerja SDM dilapangan yang ada masih belum memuaskan.

Terakhir adalah permasalahan CCTV daerah parkiran motor lapangan basket dan FIT yang dirasa kurang, mengingat banyak kasus kehilangan helm di wilayah tersebut. “Pemasangan CCTV saat ini hanya akan dilakukan di pintu keluar. Ini dikarenakan apabila dipasang dilapangan parkir depan FIK akan kurang efektif, karena mengingat jangkauan CCTV yang terbatas.” tambahan dari Pak Alex. Mengenai kasus kehilangan yang sering dijumpai tiap minggunya, Pak Alex mengatakan sampai saat ini ia belum menerima data-data kehilangan dilingkungan parkiran FIT, FEB dan FIK. Bagaimana bisa?

Tidak bisa dipungkiri keamanan yang optimal dapat terwujud dengan kordinasi dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak termasuk kita mahasiswa. Kita sebagai mahasiswa juga senantiasa harus berusaha sebaik mungkin menjaga barang milik kita sendiri. Ada apa dengan keamanan? Dari hasil wawancara ternyata masih terdapat miss komunikasi antara pihak keamanan yang bekerja dilapangan dengan pihak kampus. Ada apa dengan keamanan? Disaat kasus kehilangan terus bermunculan, masih ada pihak yang masih bersinggungan terkait masalah keamanan ini. Lalu bagaimana dengan kelanjutan isu keamanan ini?

Oleh : Departement Advokasi BEM FEB Telkom University

Referensi Desain : AADC

Keyword(s) :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *