Mengenal Sejarah Ikon Kota Bandung dan Jawa Barat di Museum Gedung Sate

Bandung, Students Tel-U – Kehidupan perkuliahan dan organisasi menguras fisik dan otak kita sebagai mahasiswa. Terkadang, dengan padatnya kegiatan membuat kita menjadi jenuh dan rasanya ingin beristirahat sejenak dari segala macam urusan tugas maupun program kerja. Oleh karenanya, hari libur biasa kita manfaatkan untuk jalan-jalan, bisa jadi untuk pergi ke bioskop, rumah makan favorit, dan yang jarang adalah pergi ke museum.

Di Bandung sendiri, sudah banyak museum yang bisa kamu kunjungi. Salah satunya Museum Gedung Sate yang terletak di Kompleks Gedung Sate.

Gedung Sate punya museum?

Betul! Museum Gedung Sate ini memang terbilang masih baru karena diresmikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018, Ahmad Heryawan dan Dedi Mizwar pada 8 Desember 2017. Museum Gedung Sate ini dibangun dengan harapan masyarakat Bandung dan Jawa Barat dapat teredukasi tentang sejarah pembangunan gedung yang sekarang ini sebagai kantor pemerintahan Jawa Barat.

Pintu masuk Museum Gedung Sate. Sumber: museumgedungsate.org

Museum Gedung Sate ini selain menceritakan secara detail dibangunnya gedung ini oleh 2.000 Warga Bandung selama empat tahun yang akhirnya rampung dan diresmikan pada 1920, museum ini menyuguhkan sejarah dari arsitektur dan material yang digunakan. Gedung Sate rupanya dicanangkan oleh para arsitektur muda dari Cina, Eropa, dan tentunya Indonesia. Rancangannya sendiri terinspirasi dari gaya klasik khas Eropa dan Indonesia. Tidak hanya sentuhan Jawa Barat saja, namun Gedung Sate ini ternyata mengambil ciri khas bangunan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dekat pintu masuk, terdapat dinding melengkung yang menceritakan dari tahun ke tahun suasana Bandung pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Dokumentasi: pribadi.

Peta persebaran wilayah Bandung. Ayo, Telkom University ada di bagian mana nih? Dokumentasi: pribadi.

Sisi dimana dijelaskan juga bagaimana fakta pembangunan Gedung Sate. Dokumentasi: pribadi.

Gedung Sate memakan waktu 4 tahun dalam pembangunannya, bermula pada tahun 1920. Dokumentasi: pribadi.

Penjelasan mengenai ide awal dibangunnya Gedung Sate, serta rancangannya. Dokumentasi: Pribadi.

Penjelasan mengenai sejarah dan arsitektur gedung yang sempat menjadi Kantor Wilayah dan Pekerjaan Umum Jawa Barat itu dilengkapi dengan 8 multimedia pelengkap yang kekinian dan sangat high-tech! Apa saja sih?

  • Augmented Reality

Dalam Augmented Reality ini, pengunjung dimanjakan dengan deskripsi digital bagaimana para pekerja membangun Gedung Sate itu sendiri. Bahkan pengunjung bisa merasakan bagaimana menjadi mandornya, memegang cangkul kala itu sekitar tahun 1900-an.

  • Virtual Reality

Oh sungguh senangnya lintasi Gedung Sate~ Sumber: IDN Times

Pengunjung bisa menikmati suasana di atas Gedung Sate pada masa pemerintahan Hindia Belanda melalui Virtual Reality ini. Oleh karenanya, fasilitas VR ini juga mengharuskan pengunjung untuk naik ke balon udara, seolah-olah pengunjung diajak bertamasya mengelilingi Kawasan Gedung Sate yang dulu saja sudah memiliki 14 kantor pemerintahan dengan balon udara tersebut.

  • Architerium

Pada Architerium ini, pengunjung melihat layar lengkung dalam bentuk 270 derajat yang menampilkan ragam bentuk bangunan nusantara. Tak hanya itu, bangunan seperti Taj Mahal dan Piramida Mesir ditampilkan dalam Architerium ini.

  • Movie Room

Di dalam Movie Room ini pengunjung selama 10 menit diberikan informasi secara lengkap dan tuntas mengenai Gedung Sate, mulai dari sejarah dibangun, arsitek yang terlibat, sejarah hingga Gedung Sate menjadi ikon sekaligus sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat. Ada waktu tertentu dalam satu hari pengunjung bisa masuk ke Movie Room, dan akan ada peringatan oleh pihak museum jika Movie Room dibuka.

  • Interactive Picture Frame

Pengunjung bisa melihat profil para pemimpin Jawa Barat dari pertama hingga Ahmad Heryawan yang masa jabatannya berakhir tahun 2018 ini. Pengunjung hanya menyentuh sosok yang ada di layar, dan selamat menikmati profil dan foto para gubernur.

  • Interactive Glass Display

Pengunjung seolah-olah menjadi pahlawan bak Iron Man yang sering mengerjakan proyeknya di layar besar yang dapat disentuh dan sangat interaktif. Interactive Glass Display hampir mirip seperti itu. Pengunjung bisa menyentuh berbagai arsitektur Gedung Sate yang ditampilkan.

  • Interactive 3D Scale Model

Nantinya bisa tebelah lho! Sumber: travel.kompas.com

Teknologi inilah yang paling menakjubkan, karena pengunjung bisa melihat beberapa ruangan dalam Gedung Sate saat maket Gedung Sate terbelah dengan sendirinya. Magic!

  • Wall Video Mapping

Wall Video Mapping ini letaknya ada di depan ruang Movie Room. Di lorong tersebut, pengunjung diperlihatkan suasana luar dan dalam Gedung Sate, serta gubernur Jawa Barat beserta wakilnya melakukan aktivitas di Gedung Sate.

Jadi, siapa bilang berwisata ke museum itu membosankan? Dengan tiket masuk yang gratis, kamu akan dimanjakan oleh fasilitas berupa teknologi mutakhir yang menjelaskan sejarah berdirinya ikon Kota Bandung dan Jawa Barat. Yuk, mari berwisata yang berwawasan! (kas)

***

Museum Gedung Sate

Alamat: Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115

No. Telepon: (022) 4267753

E-mail: museumgedungsate@jabarprov.go.id

Instagram: https://www.instagram.com/museumgedungsate/

 

Sumber: Pikiran Rakyat, IDN Times

Keyword(s) : , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *