Ramadhan Menginspirasi : Sukses Berbisnis Sambil Menghafal

Bandung, Students Tel-U – Mahasiswa adalah salah satu penghuni kampus yang memiliki banyak aktivitas, sehingga tak heran mempunyai banyak kegiatan seperti tugas-tugas kuliah, tugas-tugas organisasi dan lain sebagainya. Setiap mahasiswa pejuang kampus memiliki kisah masing-masing dalam perjalanannya terlebih lagi mahasiswa yang menambah kegiatannya dengan menghafal Al-Qur’an, pasti memiliki ciri khas dan keberhasilan yang bersifat unik.

Salah satu yang menarik untuk di ambil kisahnya dari mahasiswa Telkom University adalah Ahmad Nur Kholis, Mahasiswa S1 DKV angkatan 2015 yang menjadi pejuang Al-Qur’an sekaligus founder salah satu jajanan di sekitaran kampus yaitu Rumah Pisang Baco.

Ditemui pada hari Rabu (23/05), kru Students CCI sempat berdiskusi dengan Kholis mengenai kiat-kiat menjadi mahasiswa aktif dan sukses selain dalam kegiatan perkuliahan dan dekat dengan Al-qur’an.

“Sebagai muslim, memang harus menghafal, yang bisa menjadi pelajaran bisa menjadi prinsip pedoman. Kalau gak belajar sekarang, rencana nya kapan? Karena yang terbaik itu yang sekarang,” jawab Kholis ketika ditanyai mengenai motivasinya untuk menjadi pejuang Al-Qur’an di tengah kesibukan menjadi mahasiswa.

“Hafalan itu kayak batu loncatan untuk mengevaluasi kegiatan tidak terkecual kegiatan kampus.” ujar Kholis.

Sebagaimana tugas para penghafal Al-Qur’an, aktivitas mengulang hafalan sebagai mahasiswa yang banyak kegiatan dilakukan setiap waktu luang yang ada, jadi waktu kosong tidak terbuang sia-sia. “Kalau kita udah dekat dengan Al-Qur’an, Al-Qur’an tidak akan jauh dari kita. Dan kalau kita jauh dari Al-Qur’an, Al-Qur’an juga bakal jauh dari kita,” tuturnya lagi.

Selain sebagai mahasiswa pejuang Al-Qur’an, dia yakin bahwa berwirausaha dapat membawanya sukses. Menurutnya, untuk merintis suatu usaha atau bisnis dengan posisi sebagai mahasiswa yang harus dimiliki adalah sifat berani memulai, seperti memulai hal kecil dengan menabung dari uang kiriman orang tua. Yang menjadikan Kholis terobsesi untuk menjalankan bisnis di tengah kesibukannya adalah sukses semuda mungkin dan kaya semuda mungkin. Ia mengatakan dirinya termotivasi dari kutipan yang disampaikan oleh Motivator Indonesia yang terkenal, yaitu Ippho Santosa yang mengatakan bahwa muslim hanya ada dua pilihan dalam hidup, kalau tidak kaya, harus kaya raya.

“Kalau kita memulai lebih awal, berarti kita memungkinkan menghabiskan jatah kegagalan kita sebanyak-banyak mungkin sampai pada titik Allah memantaskan kita untuk sukses,” tambahnya.

Sebagai akhir, Kholis, inisiator sekaligus narasumber pada diskusi saat itu berpesan untuk teman-teman mahasiswa yang berkegiatan baik dalam hal perkuliahan atau tidak, ketika ingin mencapai sesuatu, terutama mahasiswa muslim, harus melibatkan sekurang-kurangnya 4 hal dalam kehidupan, yaitu melibatkan Allah, melibatkan Rasulullah, melibatkan Al-Qur’an, dan melibatkan orang tua. (HK)

Keyword(s) : , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *